Padang-sumateraline.com- Abrasi pantai Padang yang dianggap meresahkan telah selesai ditangani oleh BPBD Sumbar. Proyek dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB ini rencananya bakal diresmikan oleh Wakil Presiden Makruf Amin dan Kepala BNPB Doni Monardo pada 6 April. Untuk kesiapannya, Gubernur Mahyeldi telah melakukan peninjauan dikawasan proyek penanggulangan abrasi pantai di kawasan pantai Masjid Al-Hakim dan Tugu Merpati, (5/4/2021).


Dalam kunjungan Mahyeldi didampingi oleh Kadis SDA  Rifda, Kabid PSDA Syafril Daus, Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi Eviontri dan yang lainnya.

Sebelumnya, untuk persiapan peresmian ini Sekdaprov Sumbar Drs. Alwis dan kepala OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Sumatera Barat didampingi BPBD Sumbar telah mengunjungi lokasi proyek penanganan abrasi yang ada di kawasan Masjid Al Hakim.

Kedatangan Mahyeldi dan jajaran Pemprov Sumbar disambut dan dipandu oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Sumbar Suryadi Eviontri.

Dalam kunjungan itu, Mahyeldi menyampaikan, hal salah satunya adalah untuk meningkatkan sinergi dan kerja sama dalam mengelola alokasi dana bantuan yang diperuntukan untuk Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penanganan transisi darurat kepemulihan abrasi pantai Kota Padang, Suryadi Eviontri menjelaskan, pengerjaan proyek penanganan transisi darurat kepemulihan abrasi ini bisa terwujud berkat komunikasi antara Pemprov Sumbar dengan BNPB, serta dukungan dari berbagai pihak yang ikut berjuang untuk penanganan abrasi pantai Padang pada pemerintah pusat.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung proyek penanganan abrasi di tiga titik di kawasan pantai Padang ini. Begitu juga kontraktor yang telah berupaya maksimal agar tanggul laut tersebut rampung sesuai dengan rencana," terangnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan perencanaan sebelumnya, pekerjaan di tiga titik (pantai Maajid Al-Hakim, pantai Tugu Merpati dan pantai Pasir Jambak) tersebut saat ini sudah rampung.

"Kami sudah meninjau langsung pengerjaan finishing penyusunan batu pemecah ombak. Semoga dengan adanya seawall ini dapat membantu melindungi warga yang berada di sekitar lokasi dari ancaman abrasi, yang sebelumnya terus mengikis," ungkap Suryadi Eviontri.(***)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top