Ditpolairud Polda Sumbar Sigap Bersihkan Pesisir Padang: Pulihkan Ekosistem Laut Pasca-Banjir
Padang – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan maritim, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Barat bergerak cepat melaksanakan aksi bersih-bersih besar di kawasan Perairan Pantai Padang. Kegiatan ini difokuskan pada penanganan sisa-sisa material kayu dan sampah yang terbawa arus banjir bandang baru-baru ini.
Upaya Taktis Ditpolairud Memulihkan Lingkungan
JUMAT, 12 Desember 2025 menjadi hari dimulainya operasi pembersihan masif tersebut. Sejak pukul 10.00 WIB, tim gabungan personel Ditpolairud telah diterjunkan ke sepanjang bibir pantai Padang untuk mengangkat tumpukan kayu bekas yang mengotori area pesisir.
Material-material ini, yang berasal dari daratan akibat luapan air bah, tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap ekosistem perairan laut dan sekitarnya.
"Tumpukan kayu dan sampah pasca-banjir bandang dapat menghalangi jalur navigasi perahu nelayan, merusak terumbu karang di perairan dangkal, dan mengganggu habitat biota laut. Aksi ini adalah panggilan tugas kami untuk menjaga keamanan dan kelestarian perairan," ujar Kombes Pol Marsdianto Dirpolairud Polda Sumbar.
Dampak Positif Aksi Cepat dan Tepat
Pembersihan ini merupakan langkah proaktif yang sangat vital. Dengan menyingkirkan material kayu yang mengapung dan menumpuk, Ditpolairud secara langsung berkontribusi pada:
Pencegahan kerusakan habitat laut: Kayu-kayu besar dapat mengikis pasir pantai, menimbun padang lamun, dan menghancurkan terumbu karang muda.
Keamanan aktivitas nelayan: Pesisir yang bersih menjamin jalur melaut para nelayan tradisional lebih aman dari hambatan.
Pemulihan estetika pantai: Pantai Padang yang bersih kembali menarik wisatawan dan masyarakat lokal untuk berinteraksi.
Komitmen Menjaga Kedaulatan dan Kelestarian Maritim
Aksi ini tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat Ditpolairud Polda Sumbar dalam menjalankan fungsinya sebagai penjaga keamanan perairan sekaligus pelestari lingkungan bahari. Kolaborasi antara institusi negara dan kepedulian masyarakat diharapkan terus berlanjut demi menciptakan laut Indonesia yang bersih, aman, dan lestari. (SRP)
