Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

‎Melampaui Krisis, Menjaga Kepercayaan: Kebangkitan Layanan Perumda AM Kota Padang Pasca Bencana

 

PADANG – Ketangguhan sebuah institusi pelayanan publik diuji saat krisis melanda. Bagi Perumda Air Minum (AM) Kota Padang, dua bulan terakhir bukan sekadar masa pemulihan pasca bencana hidrometeorologi, melainkan bukti nyata komitmen tanpa batas dalam memenuhi hak dasar masyarakat: akses air bersih.

‎Hanya dalam waktu singkat setelah bencana melumpuhkan sistem distribusi, Perumda AM Kota Padang menunjukkan progres luar biasa. Hingga Jumat (23/1/2026), tingkat pelayanan telah menyentuh angka 99 persen, sebuah pencapaian signifikan yang mendekati kondisi normal sepenuhnya.

Respons Cepat dan Kerja Terukur
 
‎Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah kerja kolaboratif yang sistematis. Saat puncak bencana terjadi, hampir 90 persen wilayah distribusi sempat terdampak. Namun, dengan langkah strategis, layanan mampu pulih hingga 77 persen hanya dalam satu minggu pertama.

‎"Kami bergerak tanpa jeda sejak hari pertama. Fokus kami adalah memastikan pipa transmisi dan instalasi pengolahan kembali berfungsi agar air bisa segera sampai ke rumah warga," ujar Hendra.

Solusi untuk Wilayah Terdampak
 
‎Meski secara umum layanan telah normal, Perumda AM tetap menaruh perhatian khusus pada wilayah utara dan pusat kota yang masih mengalami kendala teknis. Di wilayah utara, penanganan intensif dilakukan pada jaringan pipa di empat kompleks perumahan.

‎Sebagai solusi konkret, Perumda AM menyiagakan armada tangki air dan memasang unit tedmon (tandon air) di titik-titik strategis. Sementara di pusat kota, tim teknis terus berupaya mengendalikan tingkat kekeruhan air baku (turbidity) di pipa transmisi Gunung Pangilun agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan konsumsi.

Sisi Humanis: 27 Juta Liter Air Gratis
 
‎Bagi Perumda AM Kota Padang, krisis bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kemanusiaan. Dalam masa darurat tersebut, perusahaan telah mendistribusikan 27 juta liter air bersih secara cuma-cuma kepada masyarakat luas—baik pelanggan maupun non-pelanggan.

‎“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dalam kondisi darurat, kami tidak melihat status pelanggan atau bukan. Yang terpenting, masyarakat mendapatkan akses air yang layak,” tegas Hendra Pebrizal.

‎Langkah ini diperkuat melalui sinergi lintas lembaga, termasuk dukungan dari Politeknik Negeri Padang yang memberikan bantuan 65 unit tedmon, menambah kekuatan armada internal perusahaan.

Menuju Layanan Tangguh: Siaga Musim Kemarau
 
‎Menyadari dinamika cuaca, Perumda AM tidak lekas berpuas diri. Menghadapi potensi musim kemarau, langkah preventif telah disiapkan secara matang. Pompa cadangan disiagakan untuk menyedot air langsung dari sungai jika debit air permukaan menurun.

‎Saat ini, total produksi air telah mencapai 93 persen dari kapasitas maksimal. Targetnya jelas: 100 persen pemulihan dalam waktu dekat.

Mengajak Kolaborasi Menjaga Alam

‎Keberhasilan teknis akan sia-sia tanpa dukungan kelestarian alam. Melalui pencapaian ini, manajemen Perumda AM mengajak seluruh warga Kota Padang untuk bersama-sama menjaga sumber air baku. Lingkungan yang lestari adalah fondasi utama dari distribusi air yang berkelanjutan.

‎Dengan dedikasi yang teruji, Perumda AM Kota Padang membuktikan bahwa mereka bukan sekadar perusahaan penyedia air, melainkan mitra masyarakat yang siap hadir di segala kondisi.

‎Penulis : Sukra Rahmat Putra 

‎#PerumdaAirMinumPadang #PelayananPrima #PadangTangguh #AirBersihUntukSemua