Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sumbar Luncurkan ‘Klinik UMKM Minang Bangkit’, Solusi Cepat Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana

 

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak taktis dalam memulihkan ekonomi kerakyatan pasca-bencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, diluncurkan program strategis bertajuk “Klinik UMKM Minang Bangkit”. Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI kepada Menteri Koperasi guna memastikan pelaku usaha di ranah Minang kembali berdaya.

‎Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, H. Endrizal, menegaskan bahwa kehadiran klinik ini bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah pusat kendali solusi (helpdesk) bagi para pelaku usaha yang kehilangan arah akibat dampak bencana.

Intervensi Menyeluruh: Melampaui Bantuan Finansial

‎Pemulihan yang diusung Pemprov Sumbar mencakup pendekatan holistik. Tidak hanya fokus pada modal, program ini menyasar empat wilayah terdampak paling parah, yakni Agam, Padang, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

‎Pemulihan Mental & Sosial: Tahap awal dimulai dengan trauma healing bagi pelaku usaha agar kembali memiliki kepercayaan diri untuk memulai kembali bisnis mereka.

‎Akurasi Data: Berdasarkan pendataan terkini, sebanyak 4.876 UMKM tercatat terdampak langsung.

‎Sinergi Perbankan: Sebanyak 11.101 unit usaha yang memiliki keterikatan dengan sektor perbankan kini tengah dikoordinasikan untuk mendapatkan skema restrukturisasi demi meringankan beban finansial mereka.

Tiga Pilar Utama Klinik UMKM

‎H. Endrizal menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit berdiri di atas tiga pilar solusi nyata:

‎Pembiayaan: Membantu akses permodalan baru serta menjembatani negosiasi dengan lembaga keuangan.

‎Produksi: Memfasilitasi ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang rusak atau hilang akibat bencana.

‎Pemasaran: Membuka kembali jalur distribusi yang terputus agar produk UMKM dapat kembali terserap pasar.

‎"Kami tidak ingin pelaku UMKM berjuang sendirian. Klinik ini adalah jembatan. Fungsi utamanya adalah mengarahkan dan memberikan solusi praktis agar roda ekonomi masyarakat kembali berputar," tegas Endrizal.

Dukungan Penuh Pemerintah Pusat

‎Keseriusan pemulihan ekonomi ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, dijadwalkan hadir langsung di Sumatera Barat untuk meresmikan program ini. Kehadiran Wamen UMKM diharapkan dapat mempercepat integrasi bantuan pusat dan daerah, sehingga proses transisi dari masa darurat ke pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat.

‎Melalui Klinik UMKM Minang Bangkit, Sumatera Barat optimistis dapat membangkitkan kembali gairah kewirausahaan lokal dan memastikan para pelaku UMKM kembali mandiri serta produktif. (SRP)