Perebutan Kursi Ketua: Tiga Kandidat Bersaing di Muscab III Peradi SAI Padang
PADANG – DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) Padang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III hari ini. Agenda tertinggi organisasi ini menjadi panggung penentuan nakhoda baru setelah melalui proses penjaringan ketat yang berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Seleksi Ketat Menuju Puncak Kepemimpinan
Seleksi Ketat Menuju Puncak Kepemimpinan
Ketua Panitia Pelaksana, Mahdiyal Hasan, S.H., menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan telah dilaksanakan secara transparan dan sesuai jadwal. Dimulai dengan fase persiapan pada 22 Desember, proses berlanjut ke tahap pengambilan berkas pada 5 hingga 12 Januari.
"Dinamika seleksi berjalan sangat aktif. Dari seluruh rangkaian penjaringan, akhirnya mengerucut pada tiga nama calon terbaik yang akan memperebutkan kursi ketua dalam Muscab kali ini," ujar Mahdiyal.
Sinergi Lintas Sektoral: Dukungan Pemprov dan Kejati
Penyelenggaraan Muscab III ini mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintahan dan aparat penegak hukum di Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kabiro Hukum Setdaprov Sumbar, Masheri Yanda Boy, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas peran strategis Peradi SAI dalam menjaga marwah penegakan hukum di wilayah tersebut.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi sinyal kuat pentingnya kolaborasi antara organisasi advokat dan eksekutif demi menjamin akses keadilan bagi masyarakat luas.
Dukungan serupa datang dari Korps Adhyaksa. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, yang diwakili oleh Asisten Pidana Umum, Burhan, turut hadir menyaksikan prosesi pembukaan. Kehadiran ini mempertegas soliditas dan keharmonisan hubungan antar-elemen penegak hukum di Sumatera Barat.
Menuju Organisasi Modern di Era Digital
Lebih dari sekadar pergantian pengurus, Muscab III ini diproyeksikan sebagai momentum penguatan kompetensi dan integritas profesi. Di tengah tantangan hukum yang kian kompleks, Peradi SAI Padang dituntut untuk terus bertransformasi.
"Muscab ini adalah ruang refleksi sekaligus proyeksi. Dengan tiga kandidat yang telah terverifikasi, peserta diharapkan mampu memilih pemimpin yang visioner—sosok yang mampu membawa Peradi SAI menjadi organisasi yang modern, profesional, dan responsif terhadap tantangan hukum di era digital," tutup laporan panitia.
Kini, bola panas ada di tangan para peserta Muscab. Siapakah yang akan membawa Peradi SAI Padang melangkah lebih jauh dalam tiga tahun ke depan? (SRP)
