Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satker PJN II Targetkan Percepatan Pembangunan Ruas Alahan Panjang–Surian ‎



‎AIA DINGIN – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah II terus memacu progres pembangunan jembatan penghubung dan peningkatan kapasitas ruas Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian. Hal ini dipertegas dalam kunjungan lapangan bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, pada Jumat (23/01/2026).

‎Pembangunan infrastruktur strategis ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PUPR melalui BPJN Sumbar untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah Kabupaten Solok guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Fokus Penanganan Dampak Sosial dan Lahan

‎Dalam peninjauan di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kasatker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, bersama PPK 2.5, Rai Fraja Nofvandro, memaparkan kemajuan kontrak yang telah dimulai sejak 16 Desember 2025. Salah satu fokus utama saat ini adalah penanganan dampak sosial terhadap 297 unit rumah warga yang berada di sepanjang koridor pembangunan.

‎"Koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Solok sangat krusial bagi kami. Standar lebar jalan nasional memerlukan ruang milik jalan (Rumija) yang memadai agar aspek keselamatan dan kualitas jalan terjaga," ungkap perwakilan teknis di lapangan.

Dukungan Legislatif dan Eksekutif Daerah

‎Anggota DPR RI, Andre Rosiade, memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah persuasif yang dilakukan BPJN dan Pemerintah Daerah. Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar masyarakat memahami nilai jangka panjang dari proyek ini.

‎Senada dengan hal tersebut, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok akan mengambil peran aktif dalam penyelesaian masalah pembebasan lahan.

‎    "Awal tahun 2026 ini kondisi keuangan daerah sudah siap untuk menindaklanjuti ganti rugi. Kami targetkan dalam satu bulan ke depan urusan lahan ini dapat tuntas sehingga tim teknis BPJN bisa bekerja tanpa hambatan," ujar Bupati.

Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu

‎BPJN Sumbar melalui PPK 2.5 akan terus mengawasi jalannya konstruksi agar sesuai dengan spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan. Dukungan dari masyarakat setempat diharapkan dapat menjadi katalisator percepatan pembangunan, mengingat ruas jalan ini merupakan urat nadi transportasi yang vital bagi distribusi hasil bumi dan mobilitas warga di kawasan Alahan Panjang hingga Surian.