Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi Pusat dan Daerah: Jalan Provinsi di Sumbar Kini Mulus, Mobilitas Warga Kembali Bergairah



SUMATERA BARAT – Komitmen Pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur di Sumatera Barat menunjukkan hasil nyata. Ruas jalan provinsi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena kerusakannya, kini telah tuntas diperbaiki dan bertransformasi menjadi jalur yang mulus serta nyaman bagi pengendara.

Penyelesaian proyek ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Pemerintah Pusat melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Dengan kucuran dana APBN lebih dari Rp19 miliar, penanganan infrastruktur ini diharapkan mampu memacu denyut ekonomi di ranah Minang.

Sentuhan APBN untuk Kenyamanan Masyarakat
Melalui tangan dingin Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, proyek ini rampung tepat waktu pada akhir 2025. Salah satu titik krusial yang berhasil ditingkatkan adalah ruas batas Kota Payakumbuh–Sitangkai 2 di Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang 3 kilometer.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friyandi, menegaskan bahwa pengerjaan oleh kontraktor PT Sarana Mitra Saudara telah berjalan sesuai spesifikasi dan kontrak. "Untuk jalan provinsi IJD di wilayah tersebut sudah tuntas dikerjakan 100 persen. Kini jalan sudah mulus dan siap mendukung mobilitas masyarakat," ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (5/1/2026).

Kesuksesan proyek ini juga tidak terlepas dari pengawasan ketat tim lapangan yang memastikan kualitas aspal tetap terjaga, sehingga daya tahan jalan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Menjawab Tantangan Infrastruktur Pasca-Bencana

Meskipun satu per satu titik mulai membaik, tantangan besar masih membentang. Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Army Zoprades, mengungkapkan bahwa dari total 1.690,50 kilometer jalan provinsi, kondisi mantap saat ini berada di angka 70,55%.

Keterbatasan APBD dan hantaman bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025 lalu diakui menjadi faktor penghambat. Namun, Pemerintah Provinsi tidak tinggal diam.

"Kami terus berupaya maksimal. Keterbatasan anggaran daerah kami siasati dengan koordinasi intens ke Pemerintah Pusat. Harapannya, di tahun 2026 ini, ruas-ruas vital lainnya dapat segera menyusul untuk diperbaiki," ungkap Army.

Menatap Konektivitas 2026

Pemerintah Provinsi Sumbar kini tengah mematangkan perencanaan untuk penanganan beberapa ruas prioritas lainnya, seperti:

Sicincin–Malalak–Panta

Batusangkar–Guguak Cino

Guguak Cino–Sitangkai

Lubuk Sikaping–Talu

Langkah strategis ini bukan sekadar memperbaiki aspal, melainkan upaya menghidupkan kembali jalur-jalur logistik dan akses pariwisata yang sempat terganggu. Dengan rampungnya proyek Rp19 miliar ini, masyarakat Sumatera Barat kini menatap optimis pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkualitas di tahun-tahun mendatang.(SRP)