Kesetiaan di Balik Sapu Lidi: Cerita Pasukan Oranye Penjaga Wajah Kota
Ketika gema takbir mulai bersahut-sahutan membelah langit Kota Padang, jutaan orang bersiap meluruhkan rindu di pelukan keluarga. Namun, di sudut-sudut jalan yang masih sunyi, gerak langkah "Pasukan Oranye" tidak sedikit pun menyurut. Bagi mereka, Lebaran bukan tentang jeda, melainkan tentang menjaga—menjaga agar wajah kota tetap ayu saat para perantau pulang melabuhkan rindu.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memastikan bahwa kenyamanan warga adalah prioritas utama. Di bawah komando Fadelan Fitra Masta, sebanyak 1.176 personel kebersihan dan 478 operator LPS telah memantapkan niat: tetap bersiaga di garis depan meski kalender menunjukkan angka merah.
Melayani di Tengah Hari Kemenangan
Dedikasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk pengabdian. Pola kerja mereka disusun dengan ritme yang presisi:
Fajar Sebelum Salat Ied: Tim penyapuan telah bergerak memastikan jalanan bersih sebelum kening para jamaah menyentuh bumi.
Pasca Salat Ied: Saat warga mulai bersilaturahmi, "Tim Sisir" langsung terjun membersihkan area masjid dan lapangan dari sisa-sisa alas salat dan kertas koran.
Siaga Objek Wisata: Fokus utama juga tertuju pada pusat kuliner dan destinasi wisata, tempat di mana kegembiraan warga seringkali menyisakan jejak sampah yang diprediksi meningkat 15 hingga 20 persen.
“Pasukan Oranye tidak ada libur selama lebaran. Mereka adalah pahlawan di balik layar yang memastikan Padang tetap bersih, asri, dan layak dibanggakan di mata para tamu dan perantau,” ujar Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta.
Komitmen Tanpa Jeda
Meskipun layanan pengambilan sampah ke rumah-rumah sempat terjeda sesaat pada 1 Syawal, hal itu semata-mata demi memusatkan seluruh kekuatan di pusat-pusat keramaian publik. Begitu matahari meninggi, armada angkut segera meluncur, menjemput timbulan sampah untuk dibawa menuju TPA, memastikan tak ada aroma tak sedap yang mengganggu momen kemenangan.
Langkah ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Padang. Di saat kita merayakan hari kemenangan, ada jemari yang tetap menggenggam sapu lidi dan kemudi truk sampah, memastikan bahwa kesucian hati kita tercermin dalam kebersihan lingkungan kota tercinta.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
