Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Nadi Logistik: BPJN Sumbar Pacu Preservasi Jalan Lubuk Selasih - Surian Melalui Skema Kontrak Jangka Panjang



SUMATERA BARAT – Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam mempertahankan kemantapan jalan nasional di wilayah Sumatera Barat terus ditingkatkan. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, khususnya unit kerja Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, saat ini tengah dilaksanakan proyek strategis bertajuk Preservasi Ruas Jalan Lubuk Selasih - Surian (Kawasan Air Dingin).

Proyek yang berada di bawah kendali teknis PPK 2.5 Provinsi Sumatera Barat ini bukan sekadar pemeliharaan rutin biasa. Dengan nilai investasi mencapai Rp 180,26 Miliar, paket ini didesain menggunakan pendekatan Long Segment guna menjamin level fungsionalitas jalan yang optimal selama kurun waktu 746 hari kalender.



Keberhasilan penanganan di kawasan Air Dingin—yang secara geoteknis memiliki tantangan stabilitas lereng dan drainase—menjadi prioritas utama bagi PJN II. Di bawah pengawasan ketat PPK 2.5, kontraktor pelaksana PT. Rimbo Peraduan bersama konsultan supervisi gabungan (KSO) diarahkan untuk menerapkan standar pengendalian mutu (Quality Control) yang rigit. Fokus penanganan mencakup penguatan struktur perkerasan (Pavement Rehabilitation), optimalisasi sistem drainase longitudinal, hingga mitigasi area rawan longsor demi menjamin Serviceability Level bagi pengguna jalan.

Apresiasi Pengguna Jalan

Dampak positif dari pekerjaan ini mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan logistik yang bergantung pada jalur ini.

"Sebagai pengemudi yang setiap hari melintasi jalur ini, perbaikan yang dilakukan oleh pihak PJN dan PPK sangat terasa manfaatnya. Dulu, tantangan di kawasan Air Dingin ini cukup berat karena kondisi permukaan jalan yang dinamis akibat faktor alam. Sekarang, dengan adanya preservasi yang berkelanjutan, waktu tempuh jadi lebih efisien dan riding comfort (kenyamanan berkendara) meningkat jauh. Kami merasa lebih aman," ujar Hendra (45), seorang pengemudi truk lintas kabupaten.

Dengan dimulainya kontrak sejak 16 Desember 2025, proyek ini diharapkan menjadi barometer keberhasilan manajemen aset jalan di Sumatera Barat. Melalui sinergi antara perencanaan yang presisi dari PJN II dan eksekusi lapangan yang disiplin oleh PPK 2.5, ruas Lubuk Selasih - Surian diproyeksikan akan terus menjadi urat nadi ekonomi yang tangguh dan andal bagi masyarakat luas.

Penulis: Sukra Rahmat Putra