Satu Dekapan dalam Satu Aliran: Tadarus Persaudaraan Perumda Air Minum Kota Padang
PADANG – Pagi itu, Senin (30/3/2026), udara Syawal di Kota Padang tidak hanya membawa aroma kemenangan, tapi juga kehangatan yang menjalar di antara langkah-langkah kaki yang memenuhi ruang. Di sini, di bawah atap keluarga besar Perumda Air Minum Kota Padang, jarak antara pimpinan dan staf lebur dalam satu muara: kebersamaan.
Rindu yang Mengalir, Dedikasi yang Tak Pernah Hilir
Seperti air yang tak pernah memilih wadahnya, senyum dan jabat tangan mengalir tanpa sekat. Ada sekitar 250 jiwa yang larut dalam harmoni, saling bertukar cerita dari balik meja pelayanan hingga debu-debu di lapangan. Namun, di balik keriuhan itu, pengabdian tak pernah mengambil jeda.
Saat sebagian besar dari kita merayakan kemenangan di meja makan, para "pahlawan air" Perumda tetap setia di garda terdepan. Mereka memastikan setiap tetes kehidupan tetap sampai ke bibir kran warga. Bagi mereka, lebaran bukan berarti berhenti, melainkan cara lain untuk mencintai kota ini melalui kerja nyata.
Membasuh Niat di Mata Air Spiritual
Kehadiran Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, memberi warna baru dalam kanvas silaturahmi ini. Melalui untaian tausiyahnya yang tenang namun menghunjam, ia mengajak seluruh insan Perumda untuk melakukan "taharah" (pembersihan) niat.
"Halal bihalal bukan sekadar ritus memaafkan yang usai saat tangan dilepaskan. Ini adalah upaya memurnikan kembali hulu niat kita. Setiap tetes air yang kalian alirkan adalah amanah yang mendarah daging, sebuah urat nadi bagi kehidupan warga," tutur Maigus Nasir dengan nada yang menggetarkan kesadaran.
Menenun Kekuatan dari Kedalaman Rasa
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, memandang pertemuan ini sebagai ruang untuk merajut kembali serat-serat solidaritas yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas.
"Setelah sebulan penuh kita ditempa dalam madrasah Ramadan, kini saatnya kita menyatukan frekuensi. Kebersamaan di internal perusahaan adalah energi kinetik yang akan menggerakkan kualitas pelayanan kita ke depan," ujar Adhie. Ia pun menitipkan apresiasi mendalam bagi mereka yang tetap memegang kunci distribusi air di saat warga lainnya berlibur—sebuah dedikasi yang sunyi namun sangat berarti.
Sebuah Janji untuk Esok yang Lebih Jernih
Puncak acara ditutup dengan sebuah pemandangan yang menyentuh nurani. Jabat tangan yang erat, tatapan mata yang tulus, hingga genangan air mata yang tertahan, menjadi saksi bahwa di tempat kerja ini, mereka tidak hanya membangun karier, tapi juga membangun keluarga.
Halal bihalal hari itu bukan sekadar perayaan usai puasa. Ia adalah pengingat bahwa di balik mesin-mesin pompa dan pipa-pipa besar, ada hati yang harus terus dijaga kejernihannya.
Dari ruangan ini, setiap insan Perumda pulang tidak hanya membawa cerita, tetapi membawa semangat baru. Semangat untuk memastikan bahwa air yang mereka alirkan tidak hanya sampai ke rumah-rumah warga, tapi juga membawa keberkahan yang menyejukkan seluruh sudut Kota Padang.(SRP/Mon)
