Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wujudkan Hidup Berkualitas Tanpa Stigma: RSUP Dr. M. Djamil Peringati World Purple Day for Epilepsy Awareness




PADANG – Epilepsi bukanlah penghalang untuk merajut mimpi dan menjalani hidup produktif. Pesan kuat inilah yang digaungkan oleh RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam memperingati World Purple Day for Epilepsy Awareness. Bertempat di Poliklinik Neurologi pada Selasa (31/3), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini membuktikan komitmennya: bahwa pelayanan kesehatan prima harus berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat yang masif.

Melalui kolaborasi antara Instalasi Humas & Promosi Kesehatan dengan Departemen Neurologi FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil, kegiatan ini hadir sebagai ruang hangat bagi pasien dan keluarga untuk membedah mitos serta memahami fakta medis seputar epilepsi.

Memutus Rantai Stigma dengan Edukasi

Hadir sebagai narasumber utama, pakar neurologi dr. Lidya Susanti, SpN(K), M.Biomed, M.PedKed, menekankan bahwa tantangan terbesar penyandang epilepsi seringkali bukan hanya pada kondisi medisnya, melainkan pada stigma sosial.

"Epilepsi bukan penyakit menular. Ini adalah gangguan neurologis akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Dengan pengobatan teratur, mayoritas kasus dapat dikontrol dengan sangat baik," tegas dr. Lidya di hadapan para pasien dan keluarga.

Beliau meluruskan pemahaman keliru yang sering beredar di masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang tepat adalah kunci agar penyandang epilepsi tidak lagi merasa dikucilkan di lingkungan sekolah, kerja, maupun sosial.

Kunci Keberhasilan: Kepatuhan dan Dukungan Keluarga

Dalam sesi edukasi yang interaktif tersebut, dr. Lidya membagikan tiga pilar utama dalam manajemen epilepsi:

Kepatuhan Medis: Penghentian obat secara sepihak adalah risiko besar yang dapat memicu kekambuhan. Kontrol rutin ke dokter sangat diperlukan untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

Mengenali Faktor Pencetus: Setiap individu unik. Kurang tidur, stres, hingga kelelahan fisik bisa menjadi pemicu yang harus dikelola dengan gaya hidup sehat.

Pertolongan Pertama yang Tepat: Keluarga dihimbau untuk tetap tenang saat kejang terjadi. Menjaga posisi pasien agar tetap aman dan tidak memasukkan benda apapun ke dalam mulut adalah prosedur keselamatan yang krusial.

Menuju Kualitas Hidup yang Lebih Inklusif

RSUP Dr. M. Djamil menyadari bahwa penanganan epilepsi memerlukan pendekatan holistik. Tidak semua gejala berupa kejang hebat; ada pula bentuk "kejang halus" seperti kehilangan kesadaran sesaat yang sering luput dari perhatian. Oleh karena itu, diagnosis akurat melalui pemeriksaan medis di fasilitas yang kompeten adalah langkah awal menuju pemulihan.

"Kami ingin menciptakan lingkungan yang inklusif. Dukungan keluarga dan masyarakat sangat berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk menjalani aktivitas sehari-hari," tambah dr. Lidya.

Melalui peringatan World Purple Day ini, RSUP Dr. M. Djamil kembali menegaskan perannya bukan sekadar pusat penyembuhan, tetapi juga pusat harapan. Dengan penanganan medis yang tepat dan dukungan lingkungan yang empati, penyandang epilepsi dipastikan mampu berdaya dan hidup berkualitas.

RSUP Dr. M. Djamil Padang: Melayani dengan Hati, Mengedukasi dengan Bukti.