Keteladanan di Luar Ruang Steril: Sisi Humanis Dovy Djanas dalam Memaknai Ikatan Suci
PADANG – Kepemimpinan sejati tidak hanya teruji di balik meja birokrasi atau di koridor rumah sakit yang serba sibuk. Ia terpancar saat seorang pemimpin mampu hadir di tengah masyarakat, memberikan sentuhan kearifan, dan menjadi kompas moral dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan. Potret itulah yang tersaji saat Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, hadir dalam resepsi pernikahan dr. Ihsiani Nadia dan M. Fikhriadi Rehan, SE, MM, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (4/4).
Kehadiran Dovy Djanas bukan sekadar memenuhi undangan kolega sejawatnya, dr. Yose Wizano, Sp.An.TI dan dr. Indria Velutina. Lebih dari itu, ia hadir sebagai figur orang tua dan pemimpin yang memberikan pencerahan tentang filosofi hidup dalam bingkai adat Minangkabau.
Memimpin dengan Nilai: "Adat Basandi Syarak"
Di hadapan ratusan undangan yang memadati ruangan bernuansa adat yang kental, Dovy Djanas menyampaikan pesan yang menyentuh sanubari. Baginya, kepemimpinan dalam rumah tangga adalah miniatur dari kepemimpinan dalam organisasi; keduanya harus berlandaskan pada fondasi yang kokoh.
“Dalam kultur kita di Minangkabau, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan jembatan yang menghubungkan dua kaum dan keluarga besar. Fondasi ini harus berpijak pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutur Dovy dengan nada yang teduh namun berwibawa.
Ia menekankan bahwa setiap sendi kehidupan, termasuk dalam mengarungi bahtera rumah tangga, tidak boleh lepas dari nilai-nilai luhur agama dan adat. Pesan ini mencerminkan karakter kepemimpinan Dovy yang selalu mengedepankan integritas dan nilai-nilai spiritualitas dalam setiap langkahnya—sebuah prinsip yang ia bawa dari ruang-ruang pelayanan medis hingga ke podium hajatan warga.
Pernikahan sebagai Perjalanan Pengabdian
Dengan gaya bahasa yang sastrawi, Dovy menggambarkan pernikahan sebagai sebuah perjalanan pengabdian yang tanpa henti. Menurutnya, keindahan sebuah rumah tangga tidak hanya ditemukan pada saat suka, namun justru saat kedua insan mampu bertahan di tengah sempit dan duka.
“Pernikahan adalah perjalanan panjang untuk saling menyempurnakan. Menjadi penenang di kala gelisah dan menjadi penguat saat lemah,” tambahnya.
Kepemimpinan Dovy yang inklusif dan empatik kian terasa saat ia berpesan agar Al-Quran dan Sunnah menjadi pedoman hidup bagi kedua mempelai. Ia mengingatkan bahwa komunikasi dan saling pengertian adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dalam menghadapi badai kehidupan.
Simbol Keakraban dan Sinergi
Kehadiran jajaran tokoh penting seperti Sekretaris Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, serta Direktur Keuangan dan Perencanaan RSUP Dr. M. Djamil, Luhur Joko Prasetyo, kian menegaskan bahwa Dovy Djanas merupakan sosok sentral yang mampu merajut silaturahmi lintas sektor.
Melalui kehadirannya di acara tersebut, Dovy Djanas kembali menunjukkan bahwa seorang Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya fokus pada modernitas layanan kesehatan dan transformasi medis, tetapi juga tetap rendah hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Ia adalah pemimpin yang membumi, yang tahu kapan harus memegang kemudi organisasi dan kapan harus memberikan teladan sebagai abdi masyarakat yang religius dan berbudaya.
Harapan besar tersemat bagi kedua mempelai untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, seraya membawa pesan kebaikan yang telah disampaikan sang Direktur sebagai bekal dalam kehidupan baru mereka.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
