Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Festival Literasi Padang 2026: Upaya Nyata Mencetak Generasi Penulis Paten



PADANG – Di bawah langit Kota Padang yang menyimpan ribuan kisah, sebuah perhelatan intelektual bertajuk Festival Literasi Kota Padang Tahun 2026 resmi dibuka. Mengusung tema filosofis "Perpustakaan Keren Menghasilkan Penulis Paten", acara yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang ini akan berlangsung selama sepuluh hari penuh, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026.

Festival ini bukan sekadar seremoni musiman. Ia adalah jawaban konkret atas tantangan literasi di Ibu Kota Sumatera Barat. Memanfaatkan momentum Hari Buku Sedunia dan menyambut Hari Pendidikan Nasional, pemerintah kota menggandeng Gramedia dalam sebuah kolaborasi besar untuk mendekatkan akses bacaan berkualitas kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengungkapkan bahwa langkah cepat ini diambil setelah diskusi strategis bersama pimpinan daerah.

"Kami menyadari kekuatan kami terbatas, namun dengan berkolaborasi bersama mitra seperti Gramedia, kekuatan itu menjadi berlipat ganda. Berdasarkan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, komunitas literasi, dunia pendidikan, hingga pihak swasta," ujar Heriza.

Langkah Nyata Mengejar Ketertinggalan 

Data tahun 2026 menunjukkan sebuah urgensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Padang masih tertahan di angka 18 poin—masuk dalam kategori rendah. Begitu pula dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) warga yang berada di angka 60 poin, masih terpaut jauh dari standar ideal yakni 80 poin.

Festival Literasi 2026 hadir sebagai stimulus untuk mendongkrak angka-angka tersebut. Melalui serangkaian kegiatan mulai dari Bazaar Buku yang menyediakan literatur beragam, Pelatihan Literasi yang mengasah ketajaman berpikir, hingga berbagai Workshop kreatif, masyarakat diajak untuk kembali menjadikan buku sebagai jendela dunia.

Menuju Agenda Tahunan 

Visi besar ke depan adalah menjadikan Festival Literasi sebagai ikon baru Kota Padang. Sebuah event tetap yang dinanti-nantikan setiap tahunnya, guna memastikan perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku, melainkan pusat peradaban dan kreativitas masyarakat.

Sementara Wali Kota Padang, Fadly Amran mengungkapkan, Literasi bukan hanya soal kemampuan mengeja kata, melainkan tentang bagaimana masyarakat kita mampu menyerap informasi, berpikir kritis, dan akhirnya produktif dalam berkarya. Festival Literasi ini adalah investasi jangka panjang Pemerintah Kota Padang untuk mencetak generasi 'Paten' generasi yang berwawasan luas dan mampu menuliskan masa depannya sendiri.

Melihat antusiasme dan urgensi yang ada, saya berkomitmen agar Festival Literasi ini tidak berhenti di sini. Kita akan dorong agar kegiatan ini menjadi agenda tahunan tetap di Kota Padang. Kita ingin perpustakaan kita menjadi 'keren' dan diminati, sehingga indeks literasi kita meroket dan budaya membaca menjadi nafas warga Kota Padang setiap harinya, tutupnya.(SRP)