Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RSUP Dr. M. Djamil Gandeng Johnson & Johnson Indonesia: Menuju Pusat Unggulan Bedah Minimal Invasif Se-ASEAN




PADANG – RSUP Dr. M. Djamil Padang terus memantapkan posisinya sebagai pionir dalam transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Sebagai langkah nyata memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan teknologi medis, rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan ini resmi menjalin kemitraan strategis dengan raksasa industri kesehatan global, PT Johnson & Johnson Indonesia Two, pada Selasa (7/4).

Penandatanganan kerja sama ini difokuskan pada pengembangan keterampilan medis tingkat lanjut bagi tenaga kesehatan, dengan penekanan khusus pada teknologi kedokteran terbaru. Langkah ini merupakan respons progresif RSUP Dr. M. Djamil dalam menghadapi pesatnya perkembangan ilmu bedah modern.

Sinergi Strategis untuk Standar Internasional

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, yang didampingi manajer hukum RSUP Djamil Nova Afriani SH, MH dan Commercial Director Indonesia Surgery PT Johnson & Johnson Indonesia Two, Marcel K. Aditiawarman.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah peluang emas untuk mengadopsi standar praktik terbaik internasional (international best practices).

"Dukungan dari mitra industri global seperti Johnson & Johnson memungkinkan tenaga medis kami menguasai teknik-teknik terbaru, terutama dalam bidang bedah minimal invasif. Ini adalah bagian dari visi kami membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif," ujar dr. Maliana.

Menjadi Pusat Pengampuan Nasional & Regional

Kepercayaan pemerintah terhadap RSUP Dr. M. Djamil pun semakin kokoh. Rumah sakit ini telah ditunjuk secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI sebagai Pusat Pengampuan Nasional Endolaparoskopi. Penugasan strategis ini menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai titik rujukan nasional dalam pengembangan teknik bedah dengan luka sayatan minimal.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berdampak secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi luas bagi sistem kesehatan nasional.

Ambisi Menjadi ASEAN Center of Excellence

Senada dengan hal tersebut, Marcel K. Aditiawarman mengungkapkan bahwa kolaborasi ini akan melahirkan program berskala internasional. Salah satu agenda besarnya adalah penyelenggaraan ASEAN Center of Excellence (COE) Program & Symposium: Minimally Invasive Colorectal Surgery yang dijadwalkan pada Juni mendatang di Padang.

"Kegiatan ini akan mempertemukan 30 dokter spesialis bedah dari seluruh Indonesia untuk bertukar ilmu. Namun lebih dari itu, kami memproyeksikan RSUP Dr. M. Djamil bertransformasi menjadi ASEAN Center of Excellence dalam bidang bedah kolorektal minimal invasif," jelas Marcel.

Dengan visi tersebut, RSUP Dr. M. Djamil ditargetkan menjadi:

Hub Regional: Pusat pertukaran ilmu dan teknologi medis antara Indonesia dan negara-negara di kawasan ASEAN.

Benchmark Center: Menjadi tolok ukur dalam penerapan praktik terbaik dan inovasi bedah kolorektal.

Institusi Pendidikan Berstandar Global: Mampu menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi para spesialis dengan kurikulum internasional.

Melalui kemitraan ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya sekadar melayani pasien, tetapi juga bertransformasi menjadi mercusuar inovasi medis yang siap bersaing di kancah global.

Penulis: Sukra Rahmat Putra