Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RSUP Dr. M. Djamil Menjadi Agen Transformasi Digital: Kemenkes dan BPJS Kesehatan Tinjau Integrasi Klaim Serta Implementasi KRIS




PADANG – RSUP Dr. M. Djamil Padang menerima kunjungan kerja strategis dari dua instansi sentral kesehatan nasional, yakni Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes, dan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, S.T., M.Si, pada Kamis (9/4).

Kunjungan ini merupakan langkah krusial dalam mempercepat transformasi digital dan integrasi klaim layanan kesehatan di Indonesia. Kehadiran para petinggi pusat tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FSIQua, beserta jajaran direksi dan manajemen.

Dalam sambutannya, Dr. dr. Dovy Djanas menegaskan bahwa efisiensi pelayanan kesehatan modern kini bertumpu pada teknologi. Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak lagi hanya diukur dari aspek klinis, melainkan dari kecepatan dan transparansi akses bagi pasien.

"Integrasi sistem, terutama dalam proses klaim nasional, adalah kunci menciptakan pelayanan yang akuntabel. Kami ingin memastikan data tersaji secara real-time demi pengambilan keputusan yang tepat, yang bermuara pada peningkatan pengalaman pasien JKN," ujar dr. Dovy.

Selain digitalisasi, implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) menjadi fokus utama. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keadilan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Tantangan Integrasi: Akreditasi Jadi Taruhan

Direktur Tata Kelola Yankes Rujukan Kemenkes, dr. Ockti Palupi, memberikan penekanan serius terkait integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam platform Satu Sehat. Ia mengungkapkan bahwa keterhubungan sistem digital kini masuk dalam Key Performance Indicators (KPI) pimpinan rumah sakit.

"Ada konsekuensi tegas; jika dalam tiga bulan sistem belum terintegrasi, akan berdampak pada penurunan akreditasi rumah sakit. Ini adalah bentuk keseriusan kami," tegas dr. Ockti. Beliau juga menambahkan bahwa RME merupakan bagian dari Strategi Nasional KPK untuk meminimalisir potensi kecurangan (fraud) dalam program JKN.

RSUP Dr. M. Djamil Sebagai "Role Model" Nasional

Di sisi lain, Direktur TI BPJS Kesehatan, Setiaji, mendorong RSUP Dr. M. Djamil untuk tidak hanya sekadar mengadopsi teknologi, tetapi menjadi pemimpin (leader) dalam digitalisasi kesehatan. Ia menyoroti pentingnya kelengkapan data, mulai dari kunjungan, penggunaan obat, hingga hasil radiologi.

"Kami berharap praktik baik di RSUP Dr. M. Djamil dapat direplikasi oleh rumah sakit lain di Indonesia. Data yang akurat adalah fondasi untuk evaluasi layanan yang komprehensif," kata Setiaji.

Peninjauan Lapangan
Menutup rangkaian kunjungan, rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik vital, antara lain:

Poliklinik Jantung: Meninjau alur pelayanan digital.

Rawat Inap KRIS: Memastikan standar fasilitas bagi pasien sesuai regulasi baru.

Instalasi SIMRS: Memastikan kesiapan infrastruktur IT dalam mendukung integrasi data nasional.

Kunjungan ini menjadi tonggak penting bagi RSUP Dr. M. Djamil dalam memantapkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang modern, transparan, dan berorientasi penuh pada kepuasan pasien.(SRP)