Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi Umaro dan Ulama: Bupati Safni dan Kapolres Hadiri Penutupan Suluk Syekh H. Mahmud Abdullah




SARILAMAK – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Ketinggian, Kecamatan Harau, saat ratusan jemaah menghadiri prosesi penutupan Khalwat (Suluk) sekaligus Pengukuhan Gelar dan Tauliyah Silsilah Syekh H. Mahmud Abdullah pada Minggu (5/4). Acara ini menjadi potret nyata harmonisasi antara Pemerintah Daerah, Polri, dan tokoh lintas sektoral dalam menjaga kearifan lokal serta tradisi spiritual di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, didampingi jajaran Forkopimda. Kehadiran Bupati menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang menjadi fondasi karakter masyarakat setempat.

Dukungan Keamanan dan Legislatif

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Saiful Wahid, yang diwakili oleh Kasi Humas AKP Kurnia Adifa, S.H., turut hadir memastikan kelancaran acara. Sinergi pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran Waka Polsek Harau, Ipda Irki Fauzi, S.Sos. Kehadiran unsur kepolisian ini menegaskan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Tak hanya eksekutif, dukungan juga mengalir dari lembaga legislatif. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota tampak hadir, di antaranya:

Yuliansof (Fraksi PKB)

Zulhimi Dt. Rajo Suaro (Fraksi Gerindra)

Dodi Arestu (Fraksi Demokrat)

Harmonisasi Adat dan Syarak

Nuansa adat Minangkabau terpancar kuat dengan hadirnya Ketua Lembaga Adat Kabupaten Lima Puluh Kota, Zulhilmi Datuak Rajo Suaro. Sebagai bagian dari keluarga besar Silsilah Haji Mahmud Abdullah Tarantang, beliau menekankan pentingnya filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Penting bagi kita untuk terus menjaga harmoni antara peran ulama dan ninik mamak dalam struktur masyarakat demi menjaga identitas daerah," ungkapnya.

Pesan Bupati dan Aspirasi Pengelola Surau

Dalam sambutannya, Bupati Safni Sikumbang memberikan apresiasi tinggi kepada para jemaah yang telah menyelesaikan masa khalwat. Beliau berharap nilai-nilai spiritual yang didapat selama suluk dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial.

"Nilai kesucian, ketenangan, dan kedalaman spiritual dari berkhalwat harus menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih jujur dan bermanfaat bagi orang banyak," tutur Bupati Safni.

Di sisi lain, Syekh Mulyadi Ketinggian menyampaikan aspirasi mendalam kepada pemerintah daerah. Ia berharap ada perhatian khusus terhadap infrastruktur surau-surau suluk di Lima Puluh Kota yang saat ini banyak terkendala biaya operasional dan pembangunan.

Penutup yang Hangat

Acara yang bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H ini diakhiri dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman dalam suasana Idulfitri. Momentum ini ditutup dengan semangat silaturahmi "Minal 'Aidin Wal Faizin", memperkuat ikatan persaudaraan antar jemaah dan pemimpin daerah.(*)