Langkah Pasti Davi Ahmad Zhillal: Jejak Intelektual di Balik Kehangatan Keluarga
PADANG — Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Universitas Andalas (Unand) pada Sabtu (9/5/2026). Di antara ribuan wisudawan yang merayakan keberhasilan akademik mereka pada Wisuda II Tahun 2026, terselip satu sosok yang mencuri perhatian: Davi Ahmad Zhillal, S.Ked.
Mengenakan toga kebanggaannya, Davi resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran. Momen ini bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan tonggak penting bagi keluarga besar Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Sebagai putra kedua dari Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang tersebut, Davi tampak mewarisi ketekunan dan dedikasi sang ayah di dunia kesehatan.
Jejak Prestasi Sang Kakak
Keberhasilan Davi menuntaskan studi di Fakultas Kedokteran (FK) Unand seolah mempertegas tradisi intelektual yang mengakar kuat di keluarganya. Langkah Davi ini mengikuti jejak gemilang sang kakak, Shafana Vinda Shabira, yang pada tahun 2024 lalu berhasil mengukuhkan diri sebagai lulusan terbaik profesi dokter di fakultas yang sama.
Keberhasilan beruntun kakak-beradik ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian dan standar akademik yang tinggi mengalir kuat dalam garis keturunan mereka. Di bawah bimbingan sang ayah, yang merupakan tokoh sentral dunia kesehatan di Sumatera Barat, Davi kini bersiap meneruskan tongkat estafet pengabdian tersebut.
Kehadiran keluarga inti, termasuk sang ayah, Dr. Dovy Djanas, memberikan warna tersendiri dalam prosesi tersebut. Keberhasilan Davi menuntaskan studi di Fakultas Kedokteran Unand seolah menjadi bukti nyata bahwa disiplin dan semangat pengabdian mengalir kuat dalam garis keluarga.
Lulus di Kampus Berprestasi Dunia
Keberhasilan Davi terasa kian istimewa karena diraih saat Universitas Andalas berada di puncak performa institusionalnya. Dalam sambutannya, Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, memaparkan bahwa Unand kini bukan lagi sekadar kampus regional, melainkan institusi yang diperhitungkan di kancah global.
"Ini menjadi bukti bahwa nama Universitas Andalas kini tidak hanya dikenal di Sumatera dan Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan di tingkat internasional," ujar Rektor di hadapan para wisudawan.
Beberapa capaian prestisius Unand saat ini meliputi:
Akreditasi "Unggul" dari BAN-PT yang berlaku hingga 2028.
Peringkat ke-8 Nasional versi Times Higher Education (THE) 2025.
Masuk dalam jajaran 201–250 dunia pada kategori Interdisciplinary Science Ranking THE.
Menuju Masa Depan Inklusif dan Digital
Bagi Davi dan rekan-rekan seangkatannya, kelulusan tahun ini juga menandai era baru Unand yang semakin modern. Dengan transformasi digital seperti penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada ijazah dan platform MyUNAND, para lulusan telah terbiasa dengan ekosistem kerja masa depan yang efisien.
Selain itu, wisuda kali ini juga menunjukkan sisi humanis Unand. Kehadiran Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk mewisuda mahasiswa disabilitas rungu, Rafael Fadly Harianja, mempertegas bahwa Davi lulus dari lingkungan yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
Bagi Davi Ahmad Zhillal, gelar S.Ked yang kini melekat di belakang namanya adalah langkah awal. Di bawah restu sang ayah yang merupakan tokoh sentral dunia kesehatan di Sumatera Barat, langkah Davi ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kedokteran, meneruskan tongkat estafet pengabdian yang selama ini dijalankan oleh keluarga besar Dovy Djanas.
Selamat berjuang di fase berikutnya, Davi! Dunia kesehatan menanti baktimu.
Penulis: Sukra Rahmat Putra

