Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meneladani Keikhlasan, Membangun Negeri: Pesan Idul Adha dari Naryo Widodo, Kepala BWS Sumatera V Padang




Hari Raya Idul Adha selalu membawa getaran spiritual yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Di tengah dinamika pembangunan infrastruktur sumber daya air yang tiada henti, momen sakral 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah ini menjadi jeda yang sempurna untuk merenungkan kembali esensi dari sebuah pengorbanan dan pelayanan.

Bagi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, semangat berkurban bukan sekadar ritual tahunan. Di bawah kepemimpinan Naryo Widodo, hari raya ini dimaknai sebagai refleksi mendalam mengenai dedikasi kerja dan kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat Sumatera Barat.

Dalam sebuah pesan penuh khidmat, Naryo Widodo menyampaikan ucapan tulus, "Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H." Mengenakan kemeja putih bersih dengan songkok hitam khas Indonesia, gestur santunnya mencerminkan komitmen seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakat sekaligus membumi.

Bagi Naryo, esensi dari perayaan ini terletak pada nilai yang melampaui seremoni. Melalui kutipan penuh makna yang disampaikannya, ia berharap momen ini mampu menyentuh sisi kemanusiaan terdalam dari setiap individu.

"Semoga semangat qurban mengajarkan kita arti keikhlasan dan kepedulian kepada sesama," ungkap Naryo Widodo.

Pesan keikhlasan ini sejalan dengan visi besar Kementerian Pekerjaan Umum (KEMENPU) dalam semboyannya, "Sigap Membangun Negeri Untuk Rakyat." Dalam konteks pengelolaan sumber daya air, keikhlasan diterjemahkan menjadi ketulusan dalam mengalirkan air kehidupan, mengendalikan daya rusak air, dan menjaga ketahanan pangan masyarakat tanpa pamrih. Sementara itu, kepedulian diwujudkan melalui respon cepat terhadap kebutuhan infrastruktur vital yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Kepala BWS Sumatera V Padang mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk bersama-sama menyalakan kembali api kepedulian. Menjadikan semangat qurban sebagai fondasi dalam bekerja, bergotong-royong, dan bahu-bahu membangun daerah demi kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.

Penulis: Sukra Rahmat Putra