Pasca Banjir Bandang, Dinas Pertanian Tanah Datar Data Kerusakan Sektor Pertanian.
Tanah Datar - Sumateraline. Com ( 29 Mei 2026 )
Setelah terjadinya bencana banjir pada tanggal 12 Mei 2026, maka kami dari Dinas Pertanian beserta penyuluh dari Kementrian lansung melakukan pendataan. Jadi sampai hari ini data yang dikumpulkan oleh petugas kami di lapangan, lus lahan pertanian terdampak kerugian itu ada 200,20 hektar.
Kemudian ada peternak ayam sekitar 2.300 ekor, ternak sapi satu ekor, kambing empat ekor dan ada juga Infrastruktur Pertanian, mulai dari Irigasi, tarsier, jalan usaha tani, kincir air dan lain sebagainya.
Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani saat melakukan pendataan korban banjir di Kecamatan Lintau Kabupaten Tanah Datar, Senin ( 20/5/2026 )
"Jadi, saat ini kami melakukan Grond chek, cek kembali dari data yang disampaikan teman teman dilapangan, kemudian kami akan melakukan kajian, kira-kira bantuan atau program apa yang bisa diberikan untuk lahan terdampak bencana bajir ini," Ujarnya.
Dari yang kami lihat tadi, ada yang kategorinya sedang, yaitu material, baik itu pasir, lumpur tapi ada juga yang ringan, yang sifatnya hanya dilalui air banjir. Untuk yang sedang itu nantik ada program namanya, optimasi lahan sawah terdampak bencana dari Dana APBN.
Sedangkan untuk yang ringan, sekiranya nanti telah air surut bisa ditanami kembali, kita memberikan program layanan bajak gratis, bantuan bertanam padi, atau namanya (Babendi) ada juga bantuan benih, baik benih padi, atau benih jagung dan bibit koltikutura berupa sayuran, buah-buahan dan bibit untuk perkebunan, tergantung situasi atau awalnya.
"Saat ini kita masih tanggap darurat bencana, maka yang kita lakukan adalah prioritasnya bagaimana penanganan atau jiwa dari para pengungsi yaitu, pemenuhan kebutuhan pokonya, sesudah itu baru sektor pertanian, sifatnya adalah rehab pasca bencana, setelah itu baru kita berikan program kegiatan bencana, "kata Kadis Pertanian Sri Mulyani. (*/007)