Festival Tabuik Dongkrak Penumpang KA Pariaman Ekspres Hingga 143 Persen
Momentum Hari Asyura 10 Muharram 1448 H yang bertepatan dengan rangkaian Festival Tabuik di Kota Pariaman membawa berkah tersendiri bagi moda transportasi massal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan tajam minat masyarakat dalam menggunakan KA Pariaman Ekspres.
Pada puncak peringatan Hari Asyura, Kamis (25/6/2026), volume pelanggan KA Pariaman Ekspres melesat hingga 6.082 penumpang. Angka ini setara dengan 143% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, yakni sebanyak 4.240 kursi.
Jika dibandingkan dengan hari biasa yang rata-rata melayani 3.000 pelanggan, angka ini menunjukkan lonjakan penumpang lebih dari dua kali lipat atau meningkat sekitar 103%.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme ini menjadi bukti nyata bahwa kereta api kini kian menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun berwisata.
“Peningkatan volume pelanggan ini tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan efektivitas perencanaan operasional yang telah kami siapkan dalam menghadapi lonjakan penumpang selama Festival Tabuik,” ujar Reza.
Untuk mengantisipasi antusiasme tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres setiap harinya. Seluruh operasional didukung penuh oleh kesiapan petugas di lapangan, optimalisasi sarana, serta peningkatan pelayanan stasiun yang ramah pelanggan.
Praktis, Murah, dan Bebas Macet
Daya tarik KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras ini memang sulit ditolak. Dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000, wisatawan sudah bisa menikmati perjalanan sekitar 1,5 jam bebas macet. Sepanjang jalur, penumpang juga disuguhi panorama indah khas pesisir barat Sumatera Barat, mulai dari hamparan sawah hijau, perkampungan yang asri, hingga pemandangan langsung ke Samudra Hindia.
Keunggulan letak geografis juga menjadi alasan utama. Setibanya di Stasiun Pariaman, penumpan hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah, pusat dari seluruh rangkaian Festival Tabuik.
Naila, seorang wisatawan asal Kota Padang, mengaku sengaja memilih kereta api demi kenyamanan akses.
"Naik kereta itu lebih praktis. Tidak perlu khawatir terjebak macet parah atau pusing mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan pas sampai bisa langsung menikmati festival," tuturnya.
Antisipasi Puncak Festival pada 28 Juni
KAI Divre II Sumbar memprediksi gelombang penumpang akan kembali mencapai puncaknya pada Minggu, 28 Juni 2026, yang merupakan hari puncak prosesi Festival Tabuik.
Guna mengantisipasi kehabisan tiket, manajemen KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Tiket KA Pariaman Ekspres sendiri dapat dipesan secara bertahap melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan.
“Kami mengajak masyarakat yang ingin menyaksikan puncak Festival Tabuik untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI agar perjalanan lebih terencana, aman, nyaman, dan berkesan,” pungkas Reza.(SRP)
