Gandeng PT SMS, Dinas BMCKTR Sumbar Pacu Pengaspalan Ruas Sasak–Maligi Pasaman Barat
PASAMAN BARAT – Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat terus memacu peningkatan konektivitas wilayah pesisir melalui proyek strategis daerah. Pada Jumat (19/6), Kepala Dinas BMCKTR Sumbar turun langsung ke lapangan guna meninjau progres pelaksanaan pengerjaan rekonstruksi dan peningkatan kapasitas struktur Jalan Provinsi Ruas Sasak – Maligi (P.033.2), Kabupaten Pasaman Barat.
Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini memuat nilai kontrak sebesar Rp2.369.650.751,00 berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor 620/01/KTR-P033.2-BM/IV/2026 yang ditandatangani pada 20 April 2026 lalu. Guna menjamin mutu dan spesifikasi teknis di lapangan, PT Sarana Mitra Saudara (SMS) ditunjuk selaku penyedia jasa (kontraktor pelaksana), didampingi oleh PT Arta Graha Cipta selaku konsultan supervisi dengan target waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Secara teknis, penanganan koridor jalan ini berfokus pada perbaikan geometrik jalan dan penguatan struktur perkerasan lentur (flexible pavement) menggunakan lapisan Asphalt Concrete (AC). Beberapa titik kritis yang sebelumnya mengalami degradasi struktur kini tengah memasuki tahapan perataan (leveling) dan penghamparan campuran aspal panas (hotmix) guna meningkatkan parameter Roughness atau tingkat kerataan jalan. Langkah teknis ini krusial untuk mengembalikan Serviceability Index (indeks pelayanan) jalan agar mampu menahan beban kendaraan logistik dan harian yang melintas.
Tidak hanya fokus pada perkerasan jalan, Dinas BMCKTR Sumbar dalam rencana jangka pendeknya juga mengintegrasikan sistem konektivitas yang komprehensif. Pada ruas yang sama, direncanakan pula pembangunan dua unit struktur jembatan baru, yakni Jembatan Bancah Galinggang dan Jembatan Suak. Kehadiran struktur penghubung ini diproyeksikan dapat mengeliminasi hambatan geografis, memperlancar manajemen arus lalu lintas, sekaligus memitigasi risiko genangan air atau banjir rob yang kerap memutus akses mobilitas warga setempat.
Pihak kontraktor pelaksana, PT Sarana Mitra Saudara, berkomitmen menjaga critical path dalam manajemen schedule proyek agar seluruh item pekerjaan terselesaikan tepat waktu tanpa mereduksi aspek Quality Control (QC) dan keselamatan kerja (K3). Di sepanjang area kerja, rambu pengamanan dan zona delimitasi proyek telah terpasang rapi demi meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan gesekan arus lalu lintas harian.
Harapan dan Apresiasi Masyarakat
Dampak positif dari bergulirnya proyek infrastruktur ini mulai dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Sasak Ranah Pasandayan. Akses jalan yang semula berlubang dan bergelombang kini bertransformasi menjadi jalur logistik yang mantap dan prima.
Ronali (42), salah seorang warga setempat yang sehari-hari melintas mengangkut hasil bumi, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya atas pembangunan yang sedang berjalan ini.
"Kami masyarakat Sasak dan Maligi sudah lama mendambakan jalan yang mulus seperti ini. Dulu kalau lewat sini, waktu tempuh jadi lama karena harus memilih jalan yang tidak berlubang, belum lagi risiko kendaraan cepat rusak. Dengan adanya pengaspalan dari Dinas BMCKTR dan pengerjaan yang cepat dari kontraktor, perjalanan kami sekarang jauh lebih aman, nyaman, dan hemat waktu," ujar Ronali.
Ia juga menambahkan harapannya terkait rencana pembangunan jembatan yang akan datang. "Harapan kami, semoga pengerjaan jalan ini lancar sampai selesai 100 persen tanpa kendala. Kami juga sangat mendukung rencana pembangunan Jembatan Bancah Galinggang dan Jembatan Suak nanti. Kalau jembatannya sudah permanen dan bagus, ekonomi masyarakat di pesisir Pasaman Barat ini pasti akan berputar jauh lebih cepat, dan anak-anak kami pergi sekolah pun tidak akan khawatir lagi," pungkasnya dengan penuh optimisme.
Melalui sinergi yang solid antara komitmen pemerintah, profesionalisme penyedia jasa di lapangan, serta dukungan penuh dari elemen masyarakat, proyek peningkatan Ruas Sasak–Maligi ini diharapkan mampu menjadi stimulus utama dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan wilayah di Pasaman Barat.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
