Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasaman Barat Hijaukan Bekas Tambang Galian C Sungai Batang Toman



PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mengambil langkah konkret dalam pemulihan lingkungan dengan menggelar aksi penanaman pohon di aliran sungai Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Rabu (24/6/2026). Kawasan ini dipilih secara khusus karena merupakan area bekas aktivitas tambang galian C.

Aksi yang bertajuk Gerakan Penghijauan "Sejuk Asri" ini diawali dengan zoom meeting bersama Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang memimpin langsung gerakan dari Kota Sawahlunto dengan tema besar "Hijaukan Sumbar Kembali".

Dalam arahannya, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa program "Sejuk Asri" merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung visi Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Program ini adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong terciptanya ekosistem hijau dan lingkungan yang sehat di Sumatera Barat," ujar Kapolda.

Ia juga menambahkan bahwa peran kepolisian saat ini tidak lagi terbatas pada penegakan hukum semata, melainkan juga aktif membangun kolaborasi sosial dengan masyarakat, salah satunya melalui isu lingkungan.

Target 1.000 Pohon Menjelang Hari Bhayangkara
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Sejak Januari 2026, Polres Pasaman Barat menargetkan penanaman 1.000 pohon yang dilakukan secara bertahap di berbagai titik rawan.

Sebelum menyasar aliran sungai Batang Toman, penghijauan telah sukses dilakukan di beberapa lokasi strategis lainnya, seperti:

Kawasan pesisir Pantai Sasak (Kecamatan Sasak Ranah Pasisie)

Daerah rawan bencana di Kecamatan Talamau

Kecamatan Luhak Nan Duo

"Setelah kawasan pinggiran pantai dan daerah rawan bencana, hari ini fokus kami adalah melakukan reklamasi hijau di kawasan aliran sungai Batang Toman akibat dampak aktivitas pengambilan material pasir dan sirtu (galian C)," jelas Kompol Fahrel Haris.

Sinergi untuk Reklamasi Lingkungan
Dalam menyukseskan gerakan ini, Polres Pasaman Barat menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat serta elemen masyarakat setempat. Bibit yang ditanam pun bervariasi, tidak hanya fokus pada pohon penghijauan, tetapi juga pohon produktif (buah-buahan) yang bernilai ekonomis bagi warga sekitar. Jenis pohon tersebut meliputi durian, alpukat, lengkeng, petai, hingga jengkol.

Di akhir kegiatan, Kompol Fahrel Haris mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam.

"Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Pihak Kepolisian bersama masyarakat berkomitmen penuh untuk melakukan reklamasi pasca-aktivitas tambang, demi mengembalikan fungsi ekologis sungai dan mencegah potensi bencana di masa depan," pungkasnya.(*)