Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah Kaki Sersan Azmi dan Napas Segar Kota Padang di Arena CFD


(Foto istimewa)

Matahari baru saja mengintip di ufuk timur Kota Padang, namun aspal jalanan yang biasanya bising oleh raung mesin kendaraan, pagi itu berubah riuh oleh derap langkah kaki dan tawa renyah warga. Di antara kerumunan masyarakat yang memadati area Car Free Day (CFD) pada Minggu (7/6), tampak sosok tegap dengan ritme lari yang stabil dan bertenaga.

Ia adalah Sersan Azmi, seorang prajurit TNI dari Korem 032/Wirabraja. Bagi Azmi dan rekan-rekan sejawatnya, melintasi keramaian kota tanpa sekat pembatas kendaraan bermotor bukan sekadar rutinitas akhir pekan. Ini adalah ruang di mana pembinaan fisik, kesiapan tempur, dan kehangatan sosial melebur menjadi satu.

Di sela-sela langkah kakinya, Sersan Azmi sesekali melempar senyum dan menyapa warga yang sedang berjalan santai. Kehadiran prajurit di tengah lintasan CFD ini seolah menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat dirajut lewat cara-cara yang sederhana namun mendalam: melalui keringat yang sama dan udara bersih yang dihirup bersama.

Panggung Kebersamaan Lintas Matra

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, area CFD di Kota Padang kini telah bertransformasi menjadi panggung kolaborasi yang megah. Ruang publik ini kerap menjadi pusat kegiatan gabungan yang melibatkan berbagai matra TNI (AD, AL, AU), Polri, hingga Pemerintah Daerah.

Saat CFD berlangsung, batas-batas institusi melebur di atas aspal. Garis formalitas birokrasi digantikan oleh keseruan senam sehat bersama, jalan santai yang penuh keakraban, hingga aksi nyata berupa bakti kesehatan gratis dan donor darah. Semua bergerak dalam satu frekuensi membaur dan melayani warga kota.

Menurut Sersan Azmi, esensi dari CFD sebenarnya jauh melampaui riuhnya senam pagi. Ada misi ekologis dan edukatif yang sedang digelorakan di setiap jengkal jalan yang ditutup dari kendaraan bermotor tersebut.

"Tujuan utama dari Car Free Day ini adalah mengembalikan hak masyarakat atas udara bersih. Kita ingin mengurangi polusi udara, menekan emisi karbon, dan mengampanyekan pengurangan ketergantungan pada kendaraan bermotor," ujar Azmi di sela kegiatannya.

Ia menambahkan bahwa program ini adalah undangan terbuka bagi warga Kota Padang untuk kembali bergerak, membangun gaya hidup aktif yang lebih sehat lewat aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda.

Lebih dari Sekadar Hari Bebas Kendaraan

Secara lebih luas, momentum mingguan ini membawa dampak multi-dimensi yang sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Padang, di antaranya:

Peningkatan Kualitas Lingkungan: Menjadi jeda esensial bagi paru-paru kota dengan menekan emisi karbon serta meredam polusi suara akibat kemacetan lalu lintas perkotaan.

Sarana Olahraga dan Rekreasi: Menyediakan ruang terbuka yang aman, inklusif, dan bebas dari ancaman kendaraan bermotor agar warga bisa bersosialisasi dan menikmati udara segar.

Penggerak Ekonomi Kerakyatan: Menjadi inkubator ekonomi dadakan yang menghidupkan pelaku UMKM dan pedagang lokal untuk menjajakan produk kreatif serta kuliner mereka di sepanjang area publik.

Edukasi Transportasi Berkelanjutan: Membangun kesadaran kolektif agar warga mulai beralih memanfaatkan transportasi umum atau moda transportasi ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.

Ketika waktu beranjak siang dan pembatas jalan mulai dibuka kembali untuk kendaraan, jejak-jejak kebersamaan pagi itu tidak lantas hilang. Dari langkah kaki seorang prajurit seperti Sersan Azmi hingga antusiasme warga yang hadir, CFD telah menjadi bukti bahwa Kota Padang sedang bergerak menuju masa depan yang lebih sehat, hijau, dan humanis. 

Penulis: Sukra Rahmat Putra