Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melampaui Mimpi Sang Ayah: Kisah Toton Rasyid, Alumni Tamsis Padang yang Kini Memimpin BNNP Sumbar



‎Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti ruang acara Pelepasan dan Penyambutan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat. Momentum ini bukan sekadar prosesi rotasi jabatan biasa, melainkan sebuah kilas balik dari perjuangan kolektif yang berhasil membawa Ranah Minang keluar dari bayang-bayang kelam peredaran gelap narkotika.
‎Mantan Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan syukurnya selama mengabdi di tanah kelahiran. Baginya, sinergi yang terbangun di Sumatra Barat—khususnya antar-instansi vertikal—bukan sekadar hubungan kerja formal, melainkan ikatan silaturahmi yang kokoh.
‎"Saya bahagia di Sumbar. Lebih bahagia lagi dengan instansi vertikalnya. Semua ini tentu untuk mempererat tali silaturahmi," ungkap Brigjen Pol Riki dengan nada emosional.
‎Keberhasilan BNNP Sumbar di bawah komandonya memang tidak lepas dari kuatnya fondasi kolaborasi. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumbar yang selama ini menjadi mitra strategis dalam bertukar informasi dan melakukan penindakan.
‎Buah manis dari kerja keras dan sinergi yang intens itu kini nyata: Sumatra Barat secara resmi telah keluar dari zona merah kerawanan narkoba. sebuah capaian krusial yang dirasakan langsung dampaknya demi kemajuan dan masa depan daerah.
‎Kehilangan sosok pemimpin yang humanis namun tegas ini turut dirasakan oleh para mitra kerja. Kepala Stasiun TVRI Sumbar, Yusuf Hidayat, yang hadir sebagai salah satu tamu undangan, mengakui rekam jejak emas yang ditinggalkan oleh Brigjen Pol Riki.
‎"Kami juga merasa kehilangan sebetulnya, namun ini semuanya tentu merupakan rotasi jabatan yang wajar untuk sebuah instansi. Semoga ke depannya beliau lebih sukses lagi di tempat yang baru dan dengan jabatan barunya," tutur Yusuf, mendoakan.
Babak Baru Bersama 'Jenderal' dari Korps Adhyaksa

‎Kini, tongkat estafet perjuangan melawan narkotika di Sumatra Barat resmi berpindah ke tangan Jaksa Utama Muda, Toton Rasyid, S.H., M.H. Meski penampilannya tidak mengenakan seragam polisi atau TNI, Toton adalah seorang 'Jenderal' di lingkungan Kejaksaan yang memiliki integritas dan rekam jejak yang disegani.
‎Ada cerita menarik dan menyentuh di balik pencapaian kariernya. Dahulu, orang tua Toton hanya menaruh harapan sederhana; mereka bermimpi kelak putranya bisa menjadi seorang kapten. Namun garis takdir dan dedikasi membawanya melangkah jauh melampaui harapan tersebut, hingga berhasil menyandang pangkat setara Jenderal di Korps Adhyaksa.
‎Menariknya lagi, memimpin BNNP Sumbar laksana momen pulang kampung bagi Toton. Ia memiliki kedekatan emosional yang erat dengan Kota Padang, mengingat dirinya merupakan alumni dari Universitas Tamansiswa (Tamsis) Padang, sebelum akhirnya melanjutkan studi S2 Hukum di Universitas Indonesia (UI).
‎Dengan latar belakang hukum yang matang serta pemahaman mendalam tentang karakteristik lokal, kehadiran Toton Rasyid membawa harapan baru. BNNP Sumbar siap melanjutkan estafet perjuangan, menjaga bumi Minangkabau agar tetap bersih dari narkoba, dan merawat sinergi yang telah tumbuh subur.
‎Penulis: Sukra Rahmat Putra