Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menembus Batas Pelosok Mentawai: Danpusterad Tinjau Titik Akhir Pengabdian Karya Bakti TNI AD


MENTAWAI — Angin petang yang berembus dari Samudra Hindia menyapu riak dedaunan di pedalaman Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di bawah langit Bumi Sikerei yang teduh, derap langkah kaki para petinggi TNI AD beradu dengan aroma aspal segar, semen basah, dan kayu hutan yang baru dipahat. Hari itu, Selasa (23/6/2026), menjadi saksi bisu kulminasi dari pengabdian tanpa batas yang dirajut selama dua bulan penuh di atas tanah Kepulauan Mentawai.

Jelang ditutupnya operasi teritorial terpadu tersebut, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., M.H., turun langsung ke lapangan. Didampingi Komandan Resort Militer (Danrem) 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.M., jenderal bintang tiga itu menembus jalanan terjal demi memastikan setiap jengkal hasil akhir Kegiatan Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 berdiri kokoh, sempurna, dan siap diserahkan seutuhnya kepada rakyat.

Langkah taktis rombongan ini terasa kian solid dengan kehadiran Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana serta Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Ibrani Sababalat. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini mempertegas kerja sama harmonis antara kemanunggalan TNI dan program akselerasi pembangunan Pemda yang terus berdenyut di pulau terluar.

Satu per satu sasaran fisik ditinjau dengan saksama. Mulai dari kokohnya bentangan Jembatan Gantung di Desa Beriulou yang kini menghubungkan asa warga antardesa, pengecoran jalan sepanjang 300 meter di Dusun Bosua Utara yang memangkas waktu tempuh para petani, hingga sentuhan humanis pada rehabilitasi gedung sekolah SDN 27 Beriulou, tempat di mana mimpi-mimpi anak-anak Mentawai kelak dirajut.

"Kami datang bersama pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh sasaran fisik yang dikerjakan oleh Personel Satgas selama hampir dua bulan ini selesai dengan kualitas maksimal. Ini bukan sekadar urusan membangun infrastruktur, melainkan tentang bagaimana kehadiran TNI AD memberikan manfaat yang nyata, berkelanjutan, dan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat," ujar Danpusterad, Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno di sela-sela peninjauan.

Lebih lanjut, jenderal bintang tiga ini menekankan bahwa esensi utama dari program Karya Bakti TNI AD adalah stimulus bagi peningkatan ekonomi lokal. Terbukanya akses jalan dan infrastruktur penyeberangan yang memadai di Sipora Selatan diyakini akan memotong urat nadi isolasi daerah, sekaligus mempermudah para petani lokal dalam mengangkut hasil bumi ke pusat-pusat perdagangan.

Apresiasi mendalam pun mengalir dari jajaran Korem 032/Wirabraja dan Kodim 0319/Mentawai sebagai motor penggerak dan komando pelaksana di garis depan. Sinergi antara prajurit petarung, pemerintah daerah, dan ketulusan gotong royong masyarakat Mentawai terbukti mampu melahirkan mahakarya infrastruktur di tengah berbagai keterbatasan geografis kepulauan.

Menurut agenda resmi, seluruh rangkaian pengabdian fisik dan non-fisik yang telah menguras keringat dan mengikat batin antara prajurit dan warga Sikerei ini akan resmi ditutup besok, Rabu (24/6/2026), melalui upacara seremonial di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0319/Mentawai.

Jembatan telah terbentang, jalan telah mulus, dan ruang kelas telah kembali ceria. Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai mungkin akan segera ditutup secara administratif, namun jejak bakti, keringat kebersamaan, dan asa baru yang ditanamkan para prajurit di beranda depan Nusantara ini akan terus abadi, menopang masa depan Mentawai yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.

Penulis: Sukra Rahmat Putra