Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Wajah Kota Padang: Komitmen DLH Hadirkan Kenyamanan Melalui 'Empat Pilar' Kebersihan Jalan



PADANG — Minggu pagi (14/6), ketika sebagian besar warga Kota Padang masih menikmati akhir pekan, deretan petugas berseragam khas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menyebar di berbagai sudut kota. Di tangan mereka, sapu lidi bukan sekadar alat kerja, melainkan instrumen penting yang merawat estetika dan kenyamanan ibu kota Provinsi Sumatra Barat ini.

Langkah taktis ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan DLH Kota Padang dalam menaikkan kelas kualitas layanan publik, khususnya dalam sektor kebersihan lingkungan. DLH kini tidak lagi sekadar mengangkut sampah dari satu titik ke titik lain, melainkan menerapkan standar penyapuan jalan yang jauh lebih menyeluruh, detail, dan terintegrasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menegaskan bahwa transformasi pelayanan ini menuntut kedisiplinan dan kesamaan visi dari seluruh gerbong petugas di lapangan. Ia merumuskan empat aspek utama yang kini menjadi "pilar wajib" dalam setiap aksi penyapuan jalan.

"Seluruh petugas penyapuan jalan kami arahkan ada empat aspek yang harus dibersihkan di jalan. Pertama sampah, kedua rumput liar dan gulma, ketiga pasir, dan keempat genangan air," ujar Fadelan Fitra Masta memberikan instruksi tegas.

Formulasi empat aspek ini dinilai sangat krusial. Kehadiran pasir di bahu jalan, misalnya, sering kali luput dari perhatian padahal berisiko memicu kecelakaan bagi pengendara roda dua. Begitu pula dengan gulma yang merusak estetika trotoar, serta genangan air yang berpotensi menjadi sarang penyakit sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

Memprioritaskan Pusat Aktivitas Publik

Strategi pengerahan pasukan oranye ini tidak dilakukan secara acak. DLH Kota Padang memprioritaskan kawasan-kawasan strategis yang menjadi pusat urat nadi aktivitas masyarakat serta kawasan yang menjadi "wajah" atau gerbang utama Kota Padang.

Fadelan menjelaskan bahwa ruang-ruang publik di mana masyarakat berinteraksi harus menjadi area yang paling steril dan nyaman.

"Kami berfokus di seluruh lokasi yang dilalui warga serta di pusat-pusat keramaian seperti sekolah, tempat peribadatan, pasar, dan lain-lain. Sehingga kami mewajibkan setiap petugas di masing-masing area tugasnya memastikan empat aspek tersebut sudah dibersihkan," tambahnya.

Dengan pemeliharaan yang dilakukan setiap hari tanpa jeda, lokasi-lokasi strategis ini diharapkan mampu mempertahankan ritme kebersihannya, sekaligus memberikan impresi visual yang menyejukkan mata.

Membangun Kesan Positif Bagi Pengunjung

Langkah masif yang diorkestrasi oleh DLH Kota Padang ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar menyapu jalanan. Melalui peningkatan kualitas kebersihan ruang publik, DLH ingin membangun fondasi lingkungan yang jauh lebih sehat dan higienis bagi warga kota.

Lebih dari itu, sebagai kota yang terus bersolek menjadi destinasi unggulan, kenyamanan lingkungan adalah magnet utama. Pemandangan kota yang bersih, bebas dari gulma, kering dari genangan, dan rapi dari pasir akan memberikan kesan positif mendalam (impresi pertama) bagi setiap pendatang, wisatawan, maupun investor yang menginjakkan kaki di Kota Padang.

Melalui sinergi petugas yang tangguh di lapangan dan manajemen pelayanan yang kian presisi, DLH Kota Padang membuktikan bahwa kenyamanan sebuah kota bermula dari kepedulian pada hal-hal kecil di sepanjang jalan raya.

Penulis: Sukra Rahmat Putra