Padang Menuju Era Baru Transparansi: E-Audit Terintegrasi Resmi Diberlakukan
PADANG – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah progresif dalam memodernisasi sistem pengawasan birokrasi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Integrasi dan Pemanfaatan Data dalam Rangka Pengawasan Elektronik (E-Audit Terintegrasi) di Lingkungan Pemerintah Kota Padang, yang berlangsung di Kantor Inspektorat Kota Padang, Jumat (5/6/2026).
Momentum strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci di lingkungan Pemko Padang, di antaranya Inspektur Kota Padang Sonny Budaya Putra, Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD, Plt. Kepala BPKAD Elvira, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Novalino, Kepala Bagian APP Erwin M, serta jajaran Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat Kota Padang.
Kehadiran para pimpinan lintas sektor ini menegaskan komitmen kuat untuk meruntuhkan ego sektoral demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Melompat ke Pengawasan Real-Time
Penerapan E-Audit Terintegrasi ini bukan sekadar digitalisasi dokumen, melainkan sebuah transformasi fundamental dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyimpangan anggaran sejak dini. Sistem ini menggeser paradigma pengawasan konvensional yang selama ini bersifat pasca-kejadian (post-factum).
Inspektur Kota Padang, Sonny Budaya Putra, menegaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menciptakan efisiensi birokrasi yang tinggi sekaligus memperketat benteng pengawasan internal.
"Melalui e-audit, kita menggeser metode pengawasan post-factum menjadi pengawasan yang bersifat real-time. Tujuannya adalah efisiensi birokrasi dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan, khususnya dalam aspek pengawasan internal," ujar Sonny.
Dengan sistem digital yang saling terhubung, ruang gerak bagi tindakan maladministrasi maupun potensi penyelewengan akan semakin sempit karena setiap pergeseran data terpantau secara langsung.
Mengunci Validitas Data dan Mendukung Smart City
Secara teknis, ruang lingkup integrasi data yang disepakati dalam nota kesepahaman ini mencakup sektor-sektor vital, mulai dari Data Anggaran dan Realisasi, Data Pengadaan Barang dan Jasa, registrasi kontrak, hingga penyediaan infrastruktur dan jaringan Teknologi Informasi (TI).
Langkah ini juga menjadi pondasi kokoh dalam mendukung ekosistem Satu Data Indonesia (SDI). Melalui E-Audit, ketersediaan, validitas, serta keamanan data antar-instansi dapat dijamin secara seketika (real-time).
Selain memperkuat sistem pengawasan, lompatan teknologi ini secara langsung menyokong visi besar Kota Padang sebagai Smart City (Kota Pintar), sekaligus menjadi bukti nyata kesiapan daerah dalam mendukung transformasi pemerintahan digital yang tengah diakselerasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Mengawal Hasil Pemeriksaan
Manfaat pengawasan digital ini juga dirasakan langsung oleh ujung tombak pengawasan di lapangan. Inspektur Pembantu (Irban) III Inspektorat Kota Padang, Metri, menambahkan bahwa keberadaan e-audit akan sangat membantu fungsi kontrol di tingkat teknis, terutama dalam menindaklanjuti setiap temuan.
"Dengan e-audit, Inspektorat juga bisa mengawal dan memastikan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan internal maupun eksternal secara lebih cepat dan akurat," ungkap Metri.
Melalui peresmian E-Audit Terintegrasi ini, Kota Padang tidak hanya sekadar mengikuti arus digitalisasi, melainkan sedang membangun sebuah warisan tata kelola pemerintahan yang transparan, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (SRP)
