Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkuat Ekonomi Wilayah, Pemko Padang Targetkan Seluruh Pasar Satelit Berstandar SNI pada 2028



PADANG — Pemerintah Kota Padang terus bergerak maju dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah strategis yang kini masif dilakukan adalah menggenjot pengembangan delapan pasar satelit yang tersebar di berbagai wilayah kota. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kualitas sarana-prasarana, pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pengembangan potensi unik dari masing-masing pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menyampaikan bahwa dari delapan pasar satelit yang ada, dua di antaranya telah sukses mengantongi sertifikat berstandar SNI.

"Saat ini Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami mempersiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar," ujar Fizlan saat memberikan keterangan di Padang, Jumat (12/6/2026).

Pengembangan Berbasis Karakteristik Wilayah

Tak hanya sekadar membenahi fasilitas fisik, Pemkot Padang juga mendesain pengembangan pasar satelit agar selaras dengan karakteristik unik kawasannya.

Pasar Tanah Kongsi: Akan dikembangkan secara khusus sebagai kawasan heritage (warisan budaya). Melalui kolaborasi dengan pihak kecamatan dan tokoh masyarakat setempat, pasar ini bakal menonjolkan potensi kuliner, kedai kopi, serta berbagai produk nonbahan pokok.

Pasar Banda Buek: Menjadi fokus penataan berikutnya. Pemerintah berkomitmen memperbaiki berbagai fasilitas pendukung terlebih dahulu sebelum merelokasi para pedagang ke lantai atas. Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas jual-beli berjalan dengan lebih nyaman, aman, dan tertata rapi.

Target Rampung 2028: Pembenahan IPAL dan Infrastruktur

Fizlan tidak menampik bahwa pasar-pasar satelit yang belum berstandar SNI masih memerlukan sejumlah pembenahan krusial. Masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sistem drainase, dan fasilitas penunjang lainnya menjadi pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan.

Untuk menyiasati keterbatasan dana, Dinas Perdagangan telah menganggarkan perbaikan IPAL secara prioritas, salah satunya di Pasar Belimbing. Selain itu, sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat.

"Meski ada efisiensi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pemenuhan IPAL di seluruh pasar satelit dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028," tambah Fizlan.

Melalui komitmen jangka panjang ini, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh pasar satelit dapat bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang bersih, sehat, dan nyaman. Dengan begitu, pasar-pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi harian, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat di setiap sudut Kota Padang. (SRP)