Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PUPR Kota Padang Keruk Sedimen Banda Riol, Bebaskan Palarik dari Kepungan Banjir



‎PADANG - Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, kini bukan lagi sekadar wilayah pinggiran. Statusnya sebagai pusat pemerintahan Kota Padang menuntut kawasan ini untuk terus berbenah, bersolek, dan mengokohkan diri sebagai representasi wajah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.
‎Namun, di balik geliat pembangunan gedung-gedung pemerintahan, sebuah persoalan klasik kerap membayangi urat nadi kehidupan warga, terutama di kawasan Palarik City, persis di belakang Universitas Baiturrahmah dan RS Islam Siti Rahmah.
‎Saat hujan lebat mengguyur, kecemasan selalu datang tanpa diundang. Air meluap, menggenangi jalanan, dan menyelinap ke permukiman warga. Usut punya usut, pangkal masalahnya ada pada perut bumi saluran air. Banda Riol dan Banda Gadang dua urat nadi drainase utama di kawasan itu telah lama "sesak napas", dipenuhi tumpukan sedimen dan lumpur tebal yang menyumbat laju air.
‎Bergerak cepat merespons jeritan tak bersuara dari lingkungan tersebut, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung turun ke lapangan.
‎ Alat-alat berat dikerahkan, deru mesin mulai memecah keheningan, mengeruk berton-ton sedimen yang selama ini mendangkalkan aliran air. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa Pemko Padang tidak tinggal diam melihat pusat pemerintahannya didera banjir.
Keberlanjutan Pembangunan Palarik City
‎Aksi tanggap darurat pengerukan sedimen ini sejatinya merupakan bagian dari kelanjutan pembangunan kawasan Palarik City. Proyek penataan kawasan ini telah berproses tahap demi tahap secara konsisten di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadli Amran.
‎Sebelum pengerukan Banda Riol bergulir, serangkaian sentuhan pembangunan telah lebih dulu dinikmati warga. Mulai dari pengaspalan jalan utama Palarik City Air Pacah, pembangunan plat duiker atau gorong-gorong, penataan jaringan pipa PDAM menuju sekolah, hingga pemasangan lampu jalan yang kini membuat kawasan tersebut terang benderang di malam hari.
‎Tak hanya jalan utama, denyut pembangunan juga menyentuh kawasan pemukiman dalam bentuk betonisasi jalan-jalan gang.
‎"Alhamdulillah, jalan gang sebagian besar juga sudah dibetonisasi. Tentu kami berharap program ini bisa berlanjut ke beberapa ruas jalan gang yang saat ini memang belum tersentuh," ungkap salah seorang warga setempat.
‎Langkah taktis Dinas PUPR Padang ini tidak hanya sekadar menyelamatkan rumah-rumah warga dari kepungan banjir, tetapi juga membawa misi besar bagi masa depan generasi muda. Sejak tahun 2021, di kawasan Palarik telah berdiri megah SMA Negeri 17 Padang. Ratusan anak kemanakan, generasi penerus bangsa dari Air Pacah dan sekitarnya, menggantungkan impian mereka di sekolah ini.
‎Sebelum pengerukan ini dilakukan, akses menuju sekolah sering kali lumpuh atau menyulitkan saat musim hujan tiba. Dukungan sarana dan prasarana dari Dinas PUPR dalam menormalisasi saluran air ini pun dinilai sebagai investasi besar bagi kenyamanan dunia pendidikan di Kota Bingkuang.
Apresiasi Tokoh Masyarakat
‎Aksi nyata Dinas PUPR Padang ini sontak menuai respons positif dan apresiasi mendalam dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Air Pacah, Alzefri, S.Sos. Dengan nada penuh kelegaan, Alzefri menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepekaan pemerintah daerah yang langsung menyentuh akar persoalan warga.
‎"Kami atas nama masyarakat dan tokoh pemuda sangat mengapresiasi langkah cepat dari Pemko Padang melalui Dinas PUPR. Pengerukan sedimen di Banda Riol dan Banda Gadang ini adalah solusi konkret yang sudah lama kami dambakan. Apalagi di Palarik ini ada SMA Negeri 17 Padang tempat anak kemanakan kita menuntut ilmu. Jaminan akses yang bebas banjir adalah bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap masa depan pendidikan anak-anak kita," ujar Alzefri, S.Sos., dengan penuh semangat.
‎Ia juga menambahkan bahwa sebagai pusat pemerintahan, Air Pacah memang sudah selayaknya memiliki infrastruktur drainase yang prima agar roda perekonomian dan pelayanan publik tidak terganggu oleh persoalan banjir bandang atau luapan air saluran.
‎Lebih lanjut, Alzefri menaruh harapan besar agar kesinambungan pembangunan infrastruktur di kawasan ini tidak terputus di masa mendatang.

 "Semoga selalu ada keberlanjutan ke depannya. Salah satu prioritas yang kami harapkan selanjutnya adalah pemasangan pondasi atau struktur penahan tebing di sepanjang Banda Riol pada jalan utama Palarik City Air Pacah ini, agar aliran air benar-benar kokoh dan rapi," tambahnya.
‎Kini, seiring mengalir lancarnya air di Banda Riol yang telah dikeruk, mengalir pula harapan baru bagi warga Air Pacah. Pemko Padang bersama Dinas PUPR telah menunjukkan bahwa berbenah bukan sekadar jargon di atas kertas, melainkan sebuah kerja nyata yang dirasakan langsung dampaknya hingga ke pekarangan rumah warga dan gerbang-gerbang sekolah tempat masa depan dirajut.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Melvi Hendri, menegaskan bahwa pengerukan ini bukan sekadar penanganan darurat, melainkan komitmen jangka panjang untuk mengamankan pusat pemerintahan dan fasilitas publik.

"Air Pacah adalah wajah baru Kota Padang. Kami bergerak cepat menormalisasi Banda Riol dan Banda Gadang agar aktivitas warga, pelayanan publik, dan akses pendidikan di SMAN 17 Padang tidak lagi lumpuh akibat banjir. Secara bertahap, infrastruktur pendukung seperti struktur penahan tebing juga masuk dalam agenda perencanaan kita ke depan," ujar Melvi .

Penulis: Sukra Rahmat Putra