Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Responsif dan Profesional, Kinerja PJN Wilayah I dan PPK 1.5 dalam Proyek Jalur Lubuk Alung - Padang Sawah Tuai Apresiasi




SUMATERA BARAT – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional di wilayah Sumatera Barat. Komitmen ini dibuktikan dengan dimulainya realisasi fisik Paket Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Lubuk Alung - Pariaman - Padang Sawah. Berdasarkan data yang dihimpun dari papan proyek , proyek strategis ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak mencapai Rp3.406.894.345,-.

Pekerjaan yang telah terkontrak sejak 11 Februari 2026 ini memegang peranan krusial dalam mempertahankan serviceability (tingkat pelayanan) jalan dan jembatan. Mengingat jalur Lubuk Along - Pariaman - Padang Sawah merupakan urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat, pendekatan teknik sipil dalam proyek preservasi ini mencakup penanganan preventif, korektif, hingga rehabilitasi minor guna menjaga stabilitas struktural perkerasan (pavement structure) serta memastikan structural integrity dari jembatan-jembatan yang berada di sepanjang koridor tersebut.

Proyek yang dilaksanakan oleh penyedia jasa CV. Teknik Kualiva Engineering dengan supervisi ketat dari PT. Seecons KSO PT. Indec Internusa ini ditargetkan rampung dalam masa pelaksanaan 324 hari kalender. Melalui manajemen quality control yang presisi, pengerjaan difokuskan pada peningkatan daya dukung jalan (bearing capacity) agar mampu menahan beban kendaraan dinamis yang melintas setiap harinya, sekaligus mengantisipasi risiko kerusakan dini akibat faktor drainase maupun beban berlebih (overloading).

Apresiasi untuk PJN Wilayah I dan PPK 1.5

Langkah taktis dan responsif ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Kinerja Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Sumatera Barat bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.5) dinilai sangat profesional dalam mengawal tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan. Sinergi yang ditunjukkan dalam mengawasi output pekerjaan mencerminkan standar tinggi Ditjen Bina Marga dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.

Harapan Masyarakat

Seiring dengan berjalannya proses konstruksi di lapangan, masyarakat setempat dan para pengguna jalan menaruh harapan besar terhadap rampungnya proyek ini. Keberadaan jalan yang mantap (steady state) diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh (travel time) antarwilayah, tetapi juga mampu meminimalisir risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan. Lebih dari itu, masyarakat berharap kualitas pengerjaan di bawah pengawasan PJN Wilayah I dan PPK ini memiliki durabilitas yang tinggi sehingga dampak positifnya dapat dirasakan dalam jangka panjang demi mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Penulis:  Sukra Rahmat Putra