RSUP Dr. M. Djamil Resmi Jadi Pusat Unggulan Bedah Minimal Invasif Asia Tenggara
PADANG – RSUP Dr. M. Djamil Padang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu episentrum inovasi medis terkemuka di tanah air. Dalam momentum bersejarah yang digelar Sabtu (6/6), rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan RI ini resmi ditetapkan sebagai Indonesia Centre of Minimally Invasive Surgery (ICMIS) sekaligus Southeast Asia (SEA) Centre of Excellence in Minimally Invasive Colorectal Surgery.
Penetapan bergengsi ini diresmikan dalam rangkaian acara The ASEAN Center of Excellence (COE) Program and Symposium on Minimally Invasive Colorectal Surgery—sebuah kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan RI, Kolegium Bedah Indonesia, dan Johnson & Johnson MedTech Indonesia.
Dari Learner Menjadi Regional Learning Hub
Prestasi ini menandai lompatan besar bagi RSUP Dr. M. Djamil. Dari semula rumah sakit yang mengirimkan tenaga medis untuk belajar ke luar negeri, kini bertransformasi menjadi pusat pembelajaran kedokteran yang diperhitungkan di Asia Tenggara.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah perwujudan visi besar untuk membawa Indonesia aktif sebagai kontributor ilmu kedokteran global.
"Kita ingin mengubah posisi Indonesia dari learner menjadi regional learning hub. RSUP Dr. M. Djamil kini siap menyelenggarakan fellowship, observership, pendidikan berkelanjutan, hingga penelitian kolaboratif yang diakui secara internasional," ujar Dr. Dovy optimistis.
Investasi Strategis dan Pengampu Registri Nasional
Apresiasi tinggi datang dari Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes. Melalui sambutan virtualnya, dr. Sunarto menyebut capaian ini sebagai kelanjutan logis setelah RSUP Dr. M. Djamil sukses mengemban amanah sebagai Pengampu Nasional Endolaparoskopi.
“ICMIS bukan sekadar pusat pelatihan, melainkan investasi strategis Indonesia dalam kepemimpinan kesehatan regional. Langkah hebat ini mempertegas peran RSUP Dr. M. Djamil di kancah internasional,” ungkap dr. Sunarto.
Lebih jauh, Kemenkes juga memberikan mandat baru kepada RSUP Dr. M. Djamil untuk memimpin pembentukan Registri Nasional di bidang bedah minimal invasif demi menghadirkan basis data yang valid bagi kebijakan kesehatan masa depan.
Dukungan penuh juga mengalir dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini yang sekaligus menjadi pelecut semangat bagi daerah untuk terus mendongkrak mutu pelayanan kesehatan berstandar global.
Diakui Mutu dan Kualitas SDM-nya
Penetapan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat keunggulan se-Asia Tenggara ini bukanlah proses instan. Ketua Kolegium Bedah Indonesia, Dr. dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes, menyatakan bahwa rumah sakit ini telah membuktikan kapasitas SDM, sistem pendidikan, dan kualitas pelayanan yang prima.
Manfaat konkret dari teknik bedah minimal invasif ini turut ditegaskan oleh Ketua Ikatan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia, Prof. Dr. dr. Warsinggih, Sp.B, Subsp.BD(K), M.Kes, M.H.Kes.
Pemulihan Pasien Lebih Cepat: Minimnya sayatan mempercepat proses penyembuhan pascaoperasi.
Risiko Komplikasi Rendah: Memaksimalkan keamanan dan keselamatan pasien.
Akselerasi Kompetensi Dokter: Menjadi wadah transfer ilmu yang cepat bagi para dokter spesialis bedah digestif di kawasan regional.
Acara simposium dan peluncuran ini dihadiri oleh jajaran petinggi akademik dan kesehatan, di antaranya Wakil Rektor II Universitas Andalas Dr. Hefrizal Handra, Dekan FK Unand Dr. dr. Sukri Rahman, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, serta perwakilan manajemen Johnson & Johnson MedTech Asia Tenggara.
Dengan resminya penetapan ini, RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya membawa nama harum Sumatera Barat, tetapi juga menempatkan Indonesia di garis depan inovasi bedah modern Asia Tenggara.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
