Sentuhan Kehadiran Ayah di SDN 04 Terandam: Mengukir Percaya Diri Anak Melalui Lembaran Rapor
PADANG — Ruang-ruang kelas di SD Negeri 04 Terandam, Kota Padang, tampak berbeda dari biasanya pada Jumat (19/6/2026) pagi. Garis-garis ketegangan yang biasa mewarnai hari pembagian rapor berganti menjadi atmosfer hangat yang penuh emosional. Di sudut-sudut bangku kelas, tampak pemandangan yang menyejukkan hati: para ayah duduk mendampingi buah hati mereka, menyimak lembar demi lembar capaian belajar sang anak.
Hari itu, SDN 04 Terandam secara khusus menyelenggarakan "Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah." Sebuah langkah nyata untuk mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang diperkuat oleh Surat Edaran Wali Kota Padang.
Program visioner ini dirancang bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan. Kehadiran figur ayah pada momen-momen krusial di sekolah diyakini mampu membangun kedekatan emosional yang kokoh, mendongkrak rasa percaya diri anak, serta membakar semangat mereka dalam menyongsong proses belajar ke depan.
Meruntuhkan Dinding Komunikasi
Kepala SD Negeri 04 Terandam, Erizefni, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sengaja memberikan imbauan khusus agar para ayah meluangkan waktu dan hadir langsung. Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan positif dalam mendobrak stigma lama. Selama ini, urusan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua murid hampir selalu didominasi oleh sosok ibu.
"Pada hari ini kami melaksanakan pembagian rapor dengan harapan yang datang mengambil rapor adalah ayah. Ini sesuai dengan edaran pemerintah yang juga diperkuat oleh edaran Wali Kota Padang," ujar Erizefni di sela-sela kegiatan.
Erizefni menambahkan, kehadiran langsung ini memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi sang anak. "Anak akan merasa memiliki figur ayah yang mendukung pendidikannya. Selain itu, terjalin kolaborasi yang lebih baik antara ayah, wali kelas, dan pihak sekolah sehingga diharapkan pendidikan di Kota Padang semakin maju dengan meningkatnya keterlibatan para ayah," tuturnya optimistis.
Makna Sebuah Kehadiran di Tengah Kesibukan
Antusiasme dan rasa haru juga dirasakan langsung oleh para orang tua. Metroponi, salah seorang wali murid yang hadir, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi gerakan ini. Baginya, melihat binar bahagia di mata anak saat didampingi sang ayah adalah momen yang tak ternilai harganya.
"Alhamdulillah, dengan program ini jalinan antara ayah dan anak menjadi lebih erat serta membuat rasa percaya diri anak semakin bertambah. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut," ungkap Metroponi dengan nada penuh rasa syukur.
Ia juga menyelipkan pesan menyentuh bagi seluruh ayah di luar sana, mengajak mereka untuk sejenak menepikan rutinitas pekerjaan demi masa depan anak.
"Sesibuk apa pun seorang ayah, untuk buah hati kita sebaiknya tetap menyempatkan hadir. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dari kegiatan seperti ini kita juga bisa mengetahui perkembangan anak selama belajar di sekolah," tambahnya.
Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor di SDN 04 Terandam ini, sebuah pesan besar sedang dikirimkan: bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan tidak boleh berhenti pada momentum pembagian rapor atau hari pertama sekolah semata. Gerakan ini diharapkan mampu mengakar dan menjelma menjadi sebuah budaya pengasuhan yang berkelanjutan di Kota Padang, demi mendukung tumbuh kembang anak-anak generasi bangsa secara optimal. (SRP)
