Dua Kepala Dinas Kota Payakumbuh Paparkan Inovasi Strategis pada Seminar Implementasi Proyek Perubahan di LAN RI
Jakarta, SUMATERALINE – Komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik kembali ditunjukkan melalui partisipasi dua pejabat pimpinan tinggi pratama pada Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang diselenggarakan di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Kedua peserta dari Kota Payakumbuh tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., MSE, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra, ST, yang memaparkan implementasi proyek perubahan sebagai bagian dari tahapan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.
Seminar ini menghadirkan Dr. Agus Triyono, Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penguji sekaligus narasumber. Sementara itu, kedua proyek perubahan mendapat pendampingan dari Coach Dr. Ir. Sahirman, M.P. dengan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, M.Si., bertindak sebagai mentor.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., MSE, mempresentasikan proyek perubahan bertajuk "Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif, berLiterasi Aktual dan Relevan)", sebuah inovasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar.
Menurut Nalfira, inovasi tersebut lahir sebagai respons atas hasil Rapor Pendidikan yang menunjukkan penurunan capaian literasi dan numerasi peserta didik di Kota Payakumbuh.
"Kelas BerNALAR merupakan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan Deep Learning, pemanfaatan Interactive Flat Panel, serta Artificial Intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi program telah diawali dengan pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, penerbitan regulasi pendukung, pelaksanaan workshop bagi guru kelas VI, hingga penerapan Kelas BerNALAR di sekolah dasar negeri di Kota Payakumbuh.
Selain itu, program ini juga diperkuat melalui kegiatan 15 Menit BerNALAR sebelum proses pembelajaran dimulai sebagai upaya membangun budaya literasi dan numerasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra, ST, memaparkan proyek perubahan bertajuk "Payakumbuh Resik: Strategi Pengelolaan Persampahan Melalui Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Lingkungan."
Delni menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan persampahan, mulai dari meningkatnya timbunan sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga penyesuaian terhadap kebijakan nasional yang mengharuskan penghentian praktik open dumping.
"Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi beban sampah menuju tempat pemrosesan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan persampahan.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, M.Si., selaku mentor, memberikan apresiasi atas komitmen kedua kepala dinas dalam menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, proyek perubahan yang dihasilkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II bukan sekadar memenuhi tahapan pendidikan dan pelatihan, tetapi menjadi instrumen nyata dalam mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Dua proyek perubahan yang dipresentasikan hari ini merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kebutuhan Kota Payakumbuh. Kelas BerNALAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, sementara Payakumbuh Resik menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen mendukung implementasi kedua inovasi ini agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Rida Ananda.
Melalui Seminar Implementasi Proyek Perubahan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi strategis sebagai bagian dari transformasi birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Selain didukung oleh mentor dan coach, pelaksanaan Seminar Implementasi Proyek Perubahan tersebut juga mendapat pendampingan langsung dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi M, S.IP., M.M. Kehadiran Kepala BKPSDM merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur sipil negara, sekaligus memastikan implementasi proyek perubahan yang dihasilkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Payakumbuh. (MC)
