Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dukung Swasembada Pangan, Progres Fisik Irigasi Sawah Laweh Tarusan Lampaui Target Hingga +18,21%




PADANG – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang terus mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Hingga Minggu ke-III Juli 2026, proyek Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Kawasan Sawah Laweh Tarusan Lanjutan II di Kabupaten Pesisir Selatan mencatatkan capaian positif yang signifikan. Progres fisik di lapangan berhasil melampaui target perencanaan dengan realisasi mencapai 39,65%, menciptakan deviasi positif sebesar +18,21% dari rencana awal yang sebesar 21,44%.

Akselerasi ini terwujud berkat komitmen kuat dan kerja keras seluruh tim di lapangan dalam menjaga ritme kerja tanpa mengesampingkan mutu konstruksi. Saat ini, proyek berada pada tahap awal pekerjaan yang melibatkan serangkaian proses teknis yang terukur dan penuh ketelitian demi menghasilkan infrastruktur yang andal serta berumur panjang.

Rangkaian pekerjaan dimulai dari galian penampang basah saluran irigasi untuk membentuk jalur utama aliran air agar distribusi air menuju lahan pertanian nantinya berjalan optimal. Guna memastikan kestabilan struktur di atas tanah yang dinamis, BWS Sumatera V Padang menerapkan pemasangan mini pile sebagai fondasi tambahan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Konstruksi kemudian diperkuat melalui tahapan pembesian saluran menggunakan besi tulangan yang presisi sebelum akhirnya memasuki tahap pengecoran dinding saluran untuk memastikan ketahanan infrastruktur dari gerusan aliran air jangka panjang.

Keterangan dalam Instagram resmi BWS Sumatera V Padang menuliskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana irigasi yang berkualitas di Sawah Laweh Tarusan ini merupakan wujud nyata kontribusi Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU dalam mendukung Program Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui kelancaran suplai air ke sektor pertanian, infrastruktur ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas petani lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan, serta memperkuat fondasi swasembada pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Sukra Rahmat Putra