Langkah Nyata Polsek Talamau Hijaukan Kembali Pasanggiang
PASAMAN BARAT – Bencana alam bukan sekadar takdir yang harus diterima pasrah, melainkan sebuah alarm bagi kita untuk kembali bersahabat dengan alam. Menyadari hal tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Talamau, Polres Pasaman Barat, mengambil langkah konkret lewat aksi nyata penyelamatan lingkungan.
Pada Rabu (15/7/2026), hijau dedaunan membawa harapan baru di Kampung Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau. Di bawah rimbunnya langit Pasaman Barat, personel Polsek Talamau bersama elemen masyarakat bahu-membahu menanam ratusan bibit pohon mahoni. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan Polri Peduli Lingkungan sekaligus mitigasi jangka panjang di wilayah rawan longsor.
Sinergi Lintas Sektor demi Kelestarian Talu
Gerakan penghijauan pascabencana ini mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh penting daerah. Hadir langsung di lokasi, Ketua PABPDSI Talamau Ajumril, Kepala Jorong Perhimpunan, serta rekan-rekan media lokal yang turut mengawal jalannya aksi kemanusiaan ini.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kapolsek Talamau, IPTU Fifriki Candra, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat kini tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi pelopor kelestarian lingkungan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kepolisian dalam menjaga kelestarian alam dan antisipasi dini bencana. Fokus utama aksi ini menyasar area perbukitan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) guna memperkuat struktur pengikat tanah sekaligus meminimalisir potensi ancaman erosi," ujar IPTU Fifriki Candra hangat.
Mahoni: Investasi Hijau Penangkal Bencana
Memilih pohon mahoni bukan tanpa alasan. Karakteristik akarnya yang kuat dan dalam menjadikan pohon keras ini sebagai "benteng alami" terbaik untuk mengikat struktur tanah di area miring.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Fifriki Candra mengajak seluruh lapisan masyarakat Talamau untuk menghidupkan kembali budaya menanam pohon demi masa depan anak cucu.
"Kami ingin membangun kesadaran bersama. Penanaman pohon keras seperti mahoni ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian alam kita. Jika hutan kita rusak, dampaknya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk bencana banjir dan longsor," tambahnya mengingatkan.
Membakar Semangat "Sadar Bencana" Generasi Muda
Lebih dari sekadar menanam, momentum ini juga dimanfaatkan Polsek Talamau bersama unsur Muspika dan instansi kehutanan setempat untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya mitigasi bencana secara mandiri.
Menariknya, aksi ini juga melibatkan generasi z dan milenial secara aktif. Polsek Talamau menggandeng perwakilan pelajar dari sekolah-sekolah setempat, seperti MAN 4 Pasaman Barat, SMKN 1 Talamau, dan MAM Talu. Melibatkan para siswa sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan cinta mereka terhadap bumi pertiwi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kehangatan. Sinergi yang tercipta hari ini di Kampung Pasanggiang mengirimkan pesan kuat ke seluruh wilayah Pasaman Barat: menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dengan hutan yang lestari, Talamau tidak hanya akan tumbuh menjadi wilayah yang aman, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan.(*)
