Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membersihkan Sapu Sebelum Menyapu Lantai


Dokumentasi istimewa 


Institusi kepolisian adalah tiang penyangga utama penegakan hukum dan ketertiban di tengah masyarakat. Sebagai aparat, mereka tidak hanya dituntut memiliki ketangkasan fisik dan kecakapan taktis, melainkan juga moralitas yang tanpa cacat. Menjadi pelindung dan pengayom berarti siap berdiri di barisan paling depan sebagai cermin keteladanan. Ketika hukum harus ditegakkan, maka pihak yang menegakkannya wajib berada dalam kondisi yang benar-benar bersih.

Langkah taktis yang diambil oleh pimpinan Polres Jember baru-baru ini melalui inspeksi mendadak (sidak) tes urine bagi seluruh personelnya merupakan sebuah manifesto penting. Di bawah pengawasan langsung Wakapolres Kompol Antonio Effan Sulaiman dan Kasi Propam Iptu Suwito Nur, kepolisian setempat sedang mempraktikkan sebuah adagium klasik: untuk menyapu lantai yang kotor, kita memerlukan sapu yang bersih. Upaya sapu bersih narkoba tidak akan pernah memiliki daya taji di mata publik jika di dalam tubuh korps Bhayangkara sendiri masih menyisakan ruang bagi kompromi.

Kita patut memberikan apresiasi atas hasil pemeriksaan yang menunjukkan nihilnya indikasi penyalahgunaan zat terlarang pada sidak tersebut. Fakta ini menjadi indikator awal bahwa sistem pengawasan internal di Polres Jember berjalan di jalur yang benar. Namun, di tengah dinamisnya ancaman sindikat narkotika yang kian canggih dan bisa menyasar siapa saja, hasil negatif hari ini bukanlah alasan untuk berpuas diri. Keberhasilan mempertahankan disiplin adalah proses yang melelahkan dan menuntut konsistensi tanpa batas.

Tantangan terbesar institusi Polri saat ini dan ke depan adalah merawat kepercayaan publik (public trust). Kepercayaan tersebut sangat mahal taruhannya. Satu saja oknum anggota terjerumus dalam lingkaran setan narkotika, dampak destruktifnya akan meruntuhkan wibawa institusi yang telah dibangun dengan susah payah. Oleh karena itu, ketegasan pimpinan Polres Jember yang menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance policy) harus terus dipertahankan. Sidak berkala yang sifatnya tidak terduga adalah instrumen preventif yang paling efektif untuk menjaga nalar sehat dan integritas personel.

Kita berharap komitmen yang ditunjukkan Polres Jember tidak sekadar menjadi aksi seremonial, melainkan budaya kerja yang mengakar. Pengawasan yang berkesinambungan adalah kunci utama agar marwah institusi tetap terjaga. Hanya dengan internal yang bersih dan solid, kepolisian akan memiliki legitimasi moral yang kuat untuk memberantas peredaran gelap narkotika di masyarakat, demi mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari jeratan barang haram.

Penulis: Sukra Rahmat Putra