Menjawab Keluhan Pelanggan, Perumda AM Kota Padang Pacu Rehab-Rekon Infrastruktur Air Bersih Berdaya Jaminan Halal
PADANG – Jajaran Direksi Perumda Air Minum (AM) Kota Padang bergerak cepat merespons keluhan pelanggan terkait penurunan kualitas layanan, mulai dari air keruh hingga gangguan suplai. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, bersama Direktur Teknik Andri Satria dan jajaran direksi, memaparkan dinamika teknis di lapangan sekaligus peta jalan pemulihan yang tengah dipacu intensif hingga akhir tahun 2026.
Di hadapan media, Hendra Pebrizal secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Ia menjelaskan bahwa akar persoalan ini bersumber dari hulu, di mana bencana alam beberapa waktu lalu telah mengubah karakteristik sumber air baku sungai di Kota Padang secara ekstrem.
"Ketika cuaca buruk melanda, tingkat kekeruhan air baku di Sungai Batang Kuranji dan wilayah Intake Kampung Koto melonjak drastis. Sebagian Instalasi Pengolahan Air (IPA) kami yang ada saat ini menghadapi beban berat karena belum sepenuhnya mampu menetralisir tingkat kekeruhan ekstrem tersebut secara instan," ujar Hendra.
Faktor usia infrastruktur memperumit keadaan. IPA Gunung Pangilun, misalnya, merupakan salah satu tonggak sejarah karena telah dibangun sejak tahun 1867. Awalnya dirancang untuk kapasitas 10 ribu pelanggan, instalasi tua ini kini dipaksa bekerja ekstra melayani hingga 30 ribu pelanggan, bahkan mendistribusikan air ke sekitar 50 ribu pelanggan secara total.
Demi mengatasi penurunan debit dan kualitas tersebut, Perumda AM Kota Padang saat ini tengah melaksanakan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana skala besar yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Desember 2026. Salah satu fokus utamanya adalah perbaikan total filter air.
"Ada 12 unit filter di Gunung Pangilun yang sedang diperbaiki secara berkala. Pengerjaan satu filter membutuhkan waktu antara 1 hingga 15 hari. Proses pencucian dan perbaikan khusus ini terkadang memicu efek air agak sedikit keruh untuk sementara waktu, namun kami pastikan air tetap mengalir ke masyarakat," tambah Hendra.
Investasi Triliunan dan Dukungan Pusat
Langkah solutif jangka panjang pun telah disiapkan melalui kolaborasi erat bersama pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Perumda AM Kota Padang mendapat dukungan penambahan kapasitas IPA Palukahan berupa pembangunan jaringan pipa sepanjang 19 kilometer dengan anggaran mencapai Rp284 miliar, yang ditargetkan rampung dalam 22 bulan pengerjaan.
Selain itu, usulan relokasi dan perbaikan menyeluruh untuk IPA Gunung Pangilun senilai Rp400 miliar juga terus digulirkan. Jika diakumulasikan secara total, estimasi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan instalasi ini mendekati angka Rp1 triliun.
"Kami berharap seluruh paket perbaikan ini berjalan lancar sesuai kontrak hingga Desember 2026 agar pemulihan layanan dapat tuntas tepat waktu," kata Direktur Teknik, Andri Satria.
Meski diterpa kendala teknis, Andri menjamin kualitas air bersih yang disalurkan tetap memenuhi standar higienitas berdasarkan Permenkes. Ia juga memastikan proses penjernihan air menggunakan bahan kimia yang aman dan telah tersertifikasi halal, dengan pengawasan ketat setiap hari.
"Kandungan kimia yang digunakan dijamin tidak bermasalah bagi kesehatan masyarakat. Untuk fasilitas vital seperti Rumah Sakit, kami berikan prioritas utama agar suplai air bersih jangan sampai terputus," tegas Andri. Ia juga menambahkan bahwa sebagai bentuk komitmen inovasi, beberapa wilayah seperti di Lubuk Minturun kini sudah mulai menikmati fasilitas air siap minum langsung dari keran rumah.
Layanan Darurat dan Himbauan Pelanggan
Mengantisipasi dinamika selama masa perbaikan, Manajemen Perumda AM Kota Padang tetap memberlakukan kebijakan subsidi bagi masyarakat serta menyiagakan armada tangki air dan CPO mobile untuk perkotaan jika terjadi kendala suplai mendadak. Sementara itu, untuk wilayah Teluk Bayur yang ditopang oleh tiga sumber air, pasokan dipastikan tetap berada dalam posisi aman.
Di akhir pertemuan, jajaran direksi mengimbau masyarakat untuk selalu menampung air sebagai langkah antisipasi selama proses rehab-rekon berjalan. Warga juga diajak aktif melaporkan setiap kendala, baik berupa kebocoran pipa maupun gangguan tarif dan administrasi, melalui kanal resmi Call Center maupun media sosial Perumda AM Kota Padang.
"Setiap ada laporan kebocoran, tim teknis kami akan langsung turun melakukan perbaikan. Kami butuh kerja sama dari seluruh pelanggan demi percepatan pemulihan ini," pungkas Hendra.
Penulis : Sukra Rahmat Putra
