Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menuju 2027, Pemko Padang Gencarkan Migrasi Digital Bansos Melalui Aplikasi Perlinsos



PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyosialisasikan digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Perlinsos. Langkah masif ini diambil untuk memastikan akurasi data, transparansi, serta ketepatan sasaran bagi penerima manfaat di seluruh wilayah Kota Padang sebelum sistem digital ini diberlakukan secara penuh pada tahun 2027.

Kota Padang menorehkan catatan strategis karena terpilih menjadi satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai proyek percontohan (piloting project) digitalisasi bansos secara nasional.

Dalam agenda evaluasi yang digelar di Kantor Dinas Sosial Kota Padang pada Jumat (10/7/2026), Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, memaparkan bahwa tren pendaftaran digital oleh masyarakat menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Sampai dengan pagi ini, warga kota yang sudah terdaftar dan mendaftarkan diri itu sebanyak 41.016 KK dari total 303.000 KK warga Kota Padang yang berada di desil 1 sampai desil 10. Artinya, capaian kita saat ini sudah berada di angka 13,50%," ujar Eri Sendjaya.

Guna mempercepat migrasi data ini, Dinsos Padang menerapkan strategi "jemput bola" agar menjangkau warga di pelosok maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan gawai (smartphone). Jaringan agen resmi yang tersebar di tingkat kelurahan dan kecamatan dioptimalkan menjadi pusat layanan verifikasi data di lapangan.

"Kami mendorong warga kota yang memiliki smartphone bisa mendaftar secara mandiri. Bagi yang tidak memiliki, pendaftaran bisa dibantu melalui agen resmi yang tersebar di kantor lurah, RW, pengurus Smart Surau, pendamping PKH, TKSK, hingga Kasi Kesos di kelurahan dan kecamatan," jelas Eri. Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi dan validasi data (verval) ini berjalan secara sistematis serta sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Jika diperlukan, para kader siap bergerak dari rumah ke rumah (door to door) demi memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Dari sisi teknis, proses pendaftaran mandiri melalui portal Perlinsos dirancang sangat ringkas dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Sistem ini sudah terintegrasi secara nasional dengan identitas digital.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin sekaligus Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Kota Padang, Syaiful Andri, menguraikan bahwa masyarakat hanya perlu menyiapkan tiga syarat utama saat melakukan penginputan data mandiri.

"Penginputannya cukup mudah. Masyarakat cukup mengisikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan terakhir ID PLN. Cukup tiga komponen itu saja. Namun, untuk penginputan mandiri ini masyarakat memang wajib sudah mengaktifkan IKD-nya terlebih dahulu karena sistem akan meminta PIN tersebut," urai Syaiful.

Melalui integrasi erat antar-dinas dan optimalisasi peran agen di lapangan, Dinsos Kota Padang optimistis target migrasi total dari sistem pendataan manual ke digital dapat rampung tepat waktu. Digitalisasi ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam menghapus problem tumpang tindih data pendistribusian bansos di Kota Padang di masa depan.(*)