Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merajut Ketertiban Tanpa Sekat: Karisma Teduh di Balik Komando Dirlantas


(Dokumentasi istimewa SRP)

Jalan raya kerap menjadi panggung dinamika yang keras. Di sana, deru mesin, kepulan asap, dan ketergesaan pengguna jalan saling berkejaran dengan potensi pelanggaran serta ancaman keselamatan. Namun, di bawah komando Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., pelayanan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat bergerak menyentuh sisi yang berbeda, hadir bukan sekadar sebagai penegak aturan, melainkan sebagai penuntun yang menyejukkan.

‎Kepemimpinan yang disegani tak pernah lahir dari gertakan, melainkan dari keteladanan yang konsisten. Di mata jajaran pimpinan hingga personel bintara di lapangan, Kombes Pol. Reza memancarkan aura kepemimpinan yang mengayomi. Ketegasannya dalam menjaga marwah kedisiplinan berpadu harmonis dengan pendekatan kekeluargaan. Prinsip ini mengubah doktrin pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat dari yang semula menitikberatkan pada tindakan punitif menjadi pemuliaan edukasi dan pendekatan persuasif. Penindakan lalu lintas tetap berjalan presisi, namun dibungkus dengan cara-cara yang humanis dan santun, menghargai martabat setiap warga negara.

‎Sentuhan kepemimpinan ini terasa kian nyata dalam perangkulan komunitas pengemudi ojek online (ojol) binaan di Kota Padang. Bagi Ditlantas Polda Sumbar, para pengemudi ojol bukan lagi sekadar pemakai jalan, melainkan mitra strategis pelopor keselamatan (pioneer of road safety). Kombes Pol. Reza membuka ruang dialog yang hangat tanpa sekat birokrasi, mendengarkan aspirasi para pejuang jalanan ini, serta memberikan pembinaan keselamatan yang membangun rasa memiliki (sense of belonging). Di mata komunitas ojol, sosok Dirlantas hadir layaknya seorang saudara tua yang peduli akan keselamatan dan kesejahteraan mereka di jalan raya.

‎Di balik seragam dinas dan tongkat komando, mengalir kuat karakter yang religius dan teduh. Gaya bicaranya yang tertata, senyumnya yang renyah, serta ketaatannya dalam menjalan syariat Islam memberikan warna spiritual yang kental dalam setiap kebijakan yang diambil. Nilai-nilai keagamaan dijadikan fondasi utama dalam membangun integritas personel menjadikan tugas kepolisian sebagai ladang ibadah dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Kepasrahan dan ketakwaan ini memancar keluar, melahirkan gestur kepemimpinan yang adem, menenangkan, dan menaruh rasa hormat dari segenap elemen masyarakat.

Sektor lalu lintas Sumatera Barat hari ini membuktikan bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya dibangun di atas fondasi hukum yang kaku, tetapi juga di atas nilai edukasi, empati, dan kepemimpinan yang bersahaja. Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq telah menunjukkan bahwa ketegangan lalu lintas dapat diurai dengan keteduhan akhlak, dan kepatuhan masyarakat paling kokoh dibangun melalui pintu hati.

‎Sebelum menjabat sebagai Dirlantas Polda Sumbar, beliau mencatatkan rekam jejak kepemimpinan yang kuat di berbagai wilayah, termasuk sebagai Kapolres Mandailing Natal (Madina) dan Wadirlantas Polda Sumsel.

‎Di setiap wilayah penugasan, beliau dikenal konsisten mengusung program kepolisian yang berbasis kemitraan masyarakat (community policing) serta kegiatan keagamaan (seperti Safari Subuh, pengajian rutin, dan santunan anak yatim/kaum dhuafa).

Pendekatan Edukasi & Humanis:

Mengedepankan program penertiban lalu lintas berbasis simpatik dan edukatif (penggunaan ETLE dikombinasikan dengan teguran simpatik serta sosialisasi ke sekolah, kampus, dan komunitas).

‎Menitikberatkan bahwa keberhasilan penertiban lalu lintas diukur dari menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kesadaran warga, bukan dari banyaknya jumlah tilang.

Kemitraan Komunitas Ojol di Kota Padang:

Ditlantas Polda Sumbar aktif merangkul komunitas ojol dalam program edukasi safety riding, pembagian bantuan sosial/kesejahteraan, hingga pelibatan ojol sebagai agen informasi tertib lalu lintas dan potensi gangguan kamtibmas di jalan raya.