Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misi Kemanusiaan di RS M. Djamil: Lompatan Sejarah Bedah Jantung Anak di Bawah Komando Dovy Djanas


Dokumentasi istimewa SRP 

PADANG — Sebuah babak baru dalam sejarah pelayanan medis anak di Sumatera Bagian Tengah resmi diukir. Di bawah komando Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, rumah sakit rujukan utama ini sukses memperkuat kapasitasnya hingga mencetak rekor tindakan medis berkualifikasi tinggi dalam penanganan kelainan jantung bawaan pada anak.

Sentuhan kepemimpinan Dr. Dovy Djanas terbukti nyata saat RS M. Djamil dipercaya menjadi tuan rumah program Bakti Sosial dan Alih Teknologi (Proctorship) Kardiovaskuler, sebuah kolaborasi kemanusiaan bertaraf internasional yang melibatkan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), Muslim World League (MWL), Kementerian Kesehatan RI, serta RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.


Momen Pemberian Apresiasi 

Momentum bersejarah tersebut ditutup secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil, Kamis (30/7/2026).

Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program proctorship ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka kematian bayi akibat penyakit jantung bawaan kritis (sianotik). Setiap tahunnya, dari sekitar 4,8 juta kelahiran di Indonesia, diperkirakan 48 ribu bayi lahir dengan kelainan jantung, dan 6 ribu di antaranya meninggal dunia akibat keterbatasan kapasitas layanan bedah.

"Dahulu antrean sangat panjang karena hanya ada sembilan rumah sakit di enam provinsi yang mampu melayani operasi jantung. Namun lewat penguatan jejaring ini, data terakhir mencatat sudah ada 15 rumah sakit di 12 provinsi yang mampu, dan RS M. Djamil adalah salah satu yang terdepan," ujar Menkes mengapresiasi percepatan tersebut.

Capaian Spektakuler dan Rekor Pertama di Indonesia

Di bawah pengawalan ketat dan visi strategis Dovy Djanas, RS M. Djamil tidak sekadar menjadi tempat penyelenggaraan bakti sosial, melainkan membuktikan diri mampu melayani tindakan medis berisiko tinggi. Dari 30 pasien anak yang disiapkan, sebanyak 23 pasien berhasil menjalani operasi kompleks hingga H-1 penutupan acara.

Bahkan, misi kemanusiaan di bawah kepemimpinan Dovy ini menorehkan tinta emas: untuk pertama kalinya dalam sejarah rangkaian misi kemanusiaan KSrelief di Indonesia, tindakan medis tersulit yakni Bentall Procedure dan Arterial Switch Operation (ASO) berhasil dilaksanakan dengan sukses.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan jejaring pengampuan nasional dan kolaborasi internasional mampu mendorong rumah sakit di daerah menyelenggarakan bedah jantung pediatrik dengan tingkat kompleksitas sangat tinggi. Kedua pasien yang menjalani prosedur ASO dan Bentall saat ini sudah diekstubasi dan berada dalam kondisi stabil,” ungkap Dovy Djanas penuh rasa syukur.

Dovy menambahkan, sebagai satu-satunya pusat layanan bedah jantung pediatrik dan kongenital di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil terus berbenah secara konsisten. Dalam tiga tahun terakhir saja, tak kurang dari 150 tindakan bedah jantung anak telah berhasil dieksekusi demi memotong jarak dan waktu tunggu bagi masyarakat setempat.

Apresiasi Internasional

Keberhasilan kolaborasi yang digawangi jajaran manajemen RS M. Djamil ini juga mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi. Hadir secara virtual, ia menyambut hangat sinergi yang terjalin erat antara Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia.

"Kami berharap kerja sama mulia ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa anak-anak pemilik masa depan," tuturnya.

Misi kemanusiaan ini bukan sekadar tentang rentetan angka operasi yang berhasil dituntaskan, melainkan tentang warisan ilmu (transfer of knowledge) yang ditanamkan oleh tim ahli dunia kepada para dokter lokal. Di tangan dingin Dr. Dovy Djanas, RS M. Djamil Padang kini kian mantap menapak jalan sebagai benteng harapan bagi anak-anak penderita kelainan jantung bawaan di tanah Sumatra.

Penulis:  Sukra Rahmat Putra