Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percepat Relokasi Warga dari Huntara, Pemko Padang Targetkan Pembangunan Huntap Balai Gadang Rampung Akhir 2026



PADANG – Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak bencana dan saat ini masih menempati hunian sementara (huntara). Langkah ini diambil untuk memastikan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, meninjau langsung progres pembangunan huntap di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (20/7/2026).

Kunjungan lapangan ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Mendagri bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan. Turut mendampingi jajaran kepala dinas Pemkot Padang, di antaranya Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, dan Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri.

Pembangunan di kawasan Bumi Perkemahan ini merupakan bagian dari rencana besar relokasi 523 keluarga yang masih bertahan di huntara. Dari total target tersebut, sebanyak 340 unit huntap akan dibangun di Balai Gadang. Sementara sisanya bakal dialokasikan di kawasan Sungkai, di atas lahan seluas 4,6 hektare yang telah dibebaskan oleh Pemerintah Kota Padang.

Sekda Kota Padang, Raju Minropa, menjelaskan bahwa proyek di Balai Gadang berjalan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama mencakup 39 unit rumah yang ditargetkan rampung pada bulan ini, disusul tahap kedua sebanyak 42 unit yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

“Target kita selesai pada akhir tahun ini. Jadi, kami mengupayakan agar pada awal tahun depan seluruh warga yang masih berada di huntara sudah bisa direlokasi ke hunian tetap ini,” ujar Raju di sela-sela peninjauan.

Terkait spesifikasi bangunan, Kahar menjelaskan bahwa setiap unit huntap yang dibangun merupakan rumah tipe 36 dengan dimensi 6 x 6 meter. Fasilitasnya pun dirancang proporsional untuk kebutuhan keluarga, mencakup dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu dapur.

Melalui percepatan pembangunan ini, Pemerintah Kota Padang berharap seluruh proses konstruksi selesai tepat waktu pada akhir tahun 2026, sehingga awal tahun 2027 menjadi babak baru bagi ratusan keluarga untuk memulai kehidupan di hunian yang lebih aman dan permanen.(SRP)