Setetes Kepedulian di Car Free Day: Kala Jalan Pagi Menjadi Aksi Penyelamat Nyawa
Dokumentasi istimewa
Minggu pagi di Kota Padang selalu punya cerita sendiri. Di tengah riuhnya warga yang berolahraga dan menikmati segarnya udara Car Free Day, ada sudut yang tampak berbeda di Kantor Dharma Wanita Persatuan (DWP). Puluhan orang mengantre bukan untuk membeli jajanan pasar, melainkan untuk menyingsingkan lengan baju. Mereka bersiap membagikan kehidupan lewat setetes darah.
Aksi sosial ini dimotori oleh Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS) RS M. Djamil Padang. Sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI, RS M. Djamil sengaja menjemput bola, memindahkan ruang edukasi dari sekat-sekat dinding rumah sakit langsung ke tengah-tengah masyarakat.
Sejak matahari baru meninggi, antusiasme warga sudah terasa. Sembari melepas lelah usai berolahraga, mereka memanfaatkan momen ini untuk mendonorkan darah secara sukarela sekaligus berkonsultasi mengenai layanan kesehatan yang ada di RS M. Djamil. Suasana terasa semarak namun tetap profesional, berkat kesiapan para tenaga kesehatan yang sigap melayani dan mengedukasi warga.
Kepala UPDRS RS M. Djamil, Dr. dr. Zelly Dia Rofinda, Sp.PK, Subsp.B.D.K.T(K), Subsp.H.K(K), menjelaskan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar mengejar angka pemenuhan stok darah. Lebih dari itu, ada misi besar untuk mengubah cara pandang masyarakat.
"Kami ingin mengajak masyarakat agar menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Setetes darah yang didonorkan dapat memberikan harapan hidup bagi pasien yang memerlukan transfusi darah, seperti pasien operasi, ibu melahirkan yang mengalami perdarahan, penderita talasemia, hingga pasien dalam kondisi gawat darurat," ujar Dr. Zelly.
Menariknya, donor darah kerap kali dianggap hanya menguntungkan penerima. Padahal, bagi si pendonor, aksi ini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dr. Zelly menambahkan bahwa donor darah secara rutin ampuh merangsang pembentukan sel-sel darah merah baru yang mendukung proses regenerasi darah dalam tubuh.
Selain itu, sebelum jarum disuntikkan, setiap calon pendonor wajib melewati pemeriksaan kesehatan dasar, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga kadar hemoglobin. Secara tidak langsung, ini menjadi fasilitas medical check-up gratis berkala bagi warga.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian tersebut, RS M. Djamil memanjakan para pendonor dengan paket pengganti nutrisi. Bahkan, ada kejutan berupa doorprize menarik bagi 50 pendonor pertama yang datang di awal kegiatan.
Melihat tingginya animo masyarakat pagi itu, Dr. Zelly optimis bahwa kesadaran warga Padang untuk saling membantu sesama kian meningkat. Ia berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan instansi di masa depan.
"Dengan semakin banyak pendonor sukarela, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas akan tetap terjaga, sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan secara optimal," tutupnya hangat.
Pagi itu, di sela-sela langkah kaki warga yang berolahraga, RS M. Djamil bersama masyarakat Kota Padang telah membuktikan bahwa sehat tidak hanya soal menjaga diri sendiri, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menyambung napas kehidupan orang lain.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
