Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BWS Sumatera V Padang Percepat Penanganan Tebing Sungai Rawan Rusak di Belakang Kampus Adzkia


Dokumentasi istimewa 

Bencana banjir yang melanda Kota Padang pada awal Agustus 2026 lalu meninggalkan jejak kecemasan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan tepian Banda Kali. Luapan air dan derasnya arus tak hanya menyapu kawasan pemukiman, tetapi juga menggerus benteng pertahanan alami berupa tanggul sungai. Di tengah ketidakpastian iklim yang kian sulit diprediksi, merespons dampak bencana secara presisi dan tanggap adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah rakyatnya.

Langkah cepat yang ditunjukkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang di kawasan Korong Gadang, tepatnya di belakang Kampus Adzkia, patut mendapat apresiasi. Tanpa menunda waktu, pemobilisasian alat-alat berat langsung dikerahkan ke titik-titik kritis. Upaya darurat berupa pembentukan kembali tanggul yang tergerus serta pemasangan bronjong pasir merupakan langkah taktis yang sangat krusial. Penanganan ini tidak sekadar memperkuat tebing sungai dari ancaman gerusan susulan, melainkan juga memulihkan rasa aman warga yang menggantungkan ketenangan hidupnya pada kokohnya benteng aliran sungai tersebut.

Sentuhan kesigapan ini disambut hangat oleh masyarakat sekitar tepian Banda Kali dan Korong Gadang. Warga yang sempat diliputi rasa cemas kini merasakan embusan kelegaan saat melihat raungan mesin alat berat bekerja siang dan malam membenahi tebing sungai mereka. Rasa terima kasih dan apresiasi mendalam mengalir dari para tokoh masyarakat dan warga setempat atas komitmen nyata BWS Sumatera V Padang yang tidak membiarkan mereka larut dalam rasa was-was. Bagi masyarakat, kehadiran para pekerja di lapangan adalah simbol harapan bahwa keselamatan rumah tangga dan infrastruktur pemukiman mereka benar-benar diprioritaskan.

Tentu, penanganan darurat ini adalah bagian dari komitmen panjang pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Langkah proaktif dalam memantau dan mengevaluasi kondisi lapangan secara berkala harus terus dipertahankan. Sinergi antara ketanggapan pemerintah dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap kelestarian sungai adalah fondasi utama dalam membangun ketahanan ketangguhan bencana di Kota Padang. Semoga langkah sigap ini terus berlanjut, membawa ketenangan, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh warga di bumi Minangkabau.

Penulis: Sukra Rahmat Putra