Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kolaborasi TNI AD, UPI, dan SeskoAD Dorong Pembangunan Berbasis Riset di Kepulauan Mentawai



TUAPEJAT — Pelaksanaan Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat (TNI AD) Untuk Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadirkan warna baru. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program yang berlangsung selama 50 hari ini mengintegrasikan pendekatan akademik dan riset ilmiah guna mengukur dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.

Langkah inovatif ini terwujud melalui kolaborasi strategis antara perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SeskoAD) dan tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Tim riset UPI dipimpin oleh Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., bersama Riko Arrasyid, M.Pd., dan Dadi Mulyadi Nugraha, M.Pd. Sementara dari pihak SeskoAD, peninjauan dipimpin oleh Letkol Inf Mansur Kole, S.Ag., M.M., Mayor Arh David Afriliansyah, S.Than., dan Mayor Inf Gafa Aditya Siswanto, S.Than.

Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Nandi, menjelaskan bahwa kajian ilmiah ini bertujuan memastikan infrastruktur yang dibangun tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Kami tidak hanya melihat hasil fisik, tetapi juga perubahan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujarnya saat melakukan evaluasi lapangan.

Capaian Pembangunan Fisik dan Nonfisik Karya Bakti 2026

Infrastruktur & Aksesibilitas

Akses Jalan & Jembatan: Pembangunan 6 unit jembatan (5 jembatan beton dan 1 jembatan gantung), termasuk jembatan di Dusun Katiet, Dusun Gobik (Desa Bosua), dan Desa Beriulou, serta pengerasan jalan sepanjang 300 meter.

Air Bersih & Sanitasi: Realisasi 10 titik sumur bor dan 10 unit fasilitas MCK di lokasi strategis seperti Yayasan Santo Yosef Dusun Sioban, SDN 27 Beriulou, hingga pemukiman Nemnem Leleu Utara.

Rehabilitasi Fasilitas: Perbaikan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 1 unit sekolah, 1 unit gereja, dan 1 unit mushola.

Layanan Sosial & Nonfisik

Pembagian 1.500 paket sembako.

Pelayanan kesehatan gratis, mencakup operasi katarak dan sunatan massal.

Sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara serta rekrutmen TNI.

Dandim 0319/Mentawai sekaligus Dansatgas Karya Bakti, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan kebutuhan vital. Jembatan yang dibangun bukan sekadar menghubungkan wilayah terisolasi, melainkan menjadi urat nadi perekonomian, pendidikan, dan kesehatan warga.

Respons positif juga datang dari pemerintah daerah setempat. Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi sinergi lintas institusi ini. Kolaborasi antara TNI AD, akademisi, dan pemerintah daerah dinilai berhasil menciptakan model pembangunan yang berbasis data, inklusif, dan menjunjung tinggi kearifan lokal.(SRP)