Komitmen Nyata BWS Sumatera V Padang: Tanggap Darurat Amankan Sungai Batang Bayang Pesisir Selatan
PESISIR SELATAN — Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang terus mempercepat penanganan darurat infrastruktur sumber daya air di kawasan rawan bencana. Sebagai bentuk respon cepat terhadap ancaman erosi dan luapan air, BWS Sumatera V Padang menyiapkan penanganan terpadu di Sungai Batang Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Langkah strategis ini dipastikan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kegiatan Tanggap Darurat yang digelar pada Rabu (12/8/2026). Monitoring lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi Pasca Bencana (PRR), Irjen Pol Wahyu Bintoro Hari Bawono, S.I.K., S.H., M.H., bersama jajaran BWS Sumatera V Padang yang diwakili oleh Kepala Subbag Umum dan Tata Usaha serta PPK OP SDA III.
Kombinasi Strategis: Pemasangan Bronjong dan Normalisasi Alur
Penanganan pada Sungai Batang Bayang mengusung pendekatan teknis yang terukur dan terintegrasi demi memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat setempat dan kawasan sekitarnya.
Rencana teknis di lapangan mencakup dua fokus utama:
Pemasangan Bronjong sepanjang 800 Meter
Fokus pada dua titik kritis di sepanjang tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah, meminimalisasi risiko gerusan air (scouring), serta mencegah erosi tebing yang mengancam pemukiman maupun fasilitas umum.
Normalisasi Sungai sepanjang 700 Meter
Pengerjaan pengerukan dan pembersihan alur sungai untuk mengembalikan kapasitas tamping air, memperlancar debit aliran, serta mengurangi potensi luapan banjir saat intensitas hujan tinggi.
"Pekerjaan tanggap darurat ini bukan sekadar fisik, tetapi merupakan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat dan aset infrastruktur di sekitar daerah aliran sungai."
Sinergi Lintas Sektor Demi Respons Cepat dan Tepat
Kondisi sungai yang dinamis memerlukan penanganan terpadu yang melibatkan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Satgas Nasional PRR. Sinergi ini memastikan bahwa keputusan teknis yang diambil—seperti pemetaan lokasi bronjong dan pengerjaan normalisasi—sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Melalui koordinasi yang solid ini, BWS Sumatera V Padang menegaskan kesiapannya untuk menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Penulis: Sukra Rahmat Putra
