Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Masa Depan Kesehatan Indonesia: Sinergi RSUP Dr. M. Djamil dan FK Unand Ciptakan Dokter Masa Depan Berkarakter dan Adaptif


Dokumentasi istimewa 

PADANG — Perkembangan teknologi medis yang masif dan dinamika penyakit global menuntut transformasi mendasar dalam ekosistem pendidikan kedokteran. Menjawab tantangan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil Padang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi strategis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) guna melahirkan generasi SDM kesehatan yang unggul, berintegritas, dan siap menjadi penggerak perubahan.

Komitmen strategis ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) FK Unand Tahun 2026, Jumat (14/8).

Transformasi Kesehatan dan Pentingnya SDM Adaptif

Dalam orasi ilmiahnya di hadapan ratusan mahasiswa baru FK Unand, Dr. Dovy Djanas menyoroti agenda besar Transformasi Kesehatan Indonesia yang tengah digulirkan Kementerian Kesehatan RI—mulai dari layanan primer, rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan, hingga teknologi kesehatan. Menurutnya, keberhasilan transformasi ini berada di tangan SDM yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap zaman.

"Pendidikan kedokteran yang kalian jalani tidak boleh hanya berorientasi pada lulus ujian dan mendapatkan gelar. Pendidikan ini adalah proses pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kebiasaan untuk terus mengembangkan diri," tegas Dr. Dovy Djanas.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun tradisi ilmiah sejak dini melalui kegiatan BAKTI. Tradisi membaca, meneliti, berdiskusi, hingga memverifikasi informasi secara kritis menjadi benteng utama calon dokter di tengah kencangnya arus informasi digital.

Lebih dari Tempat Belajar: Ekosistem Terintegrasi RSUP Dr. M. Djamil

Sinergi antara RSUP Dr. M. Djamil sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan FK Unand dirancang bukan sekadar tempat mahasiswa menjalani pembelajaran klinis atau co-ass. Lebih jauh, kolaborasi ini menciptakan ekosistem terpadu yang memadukan pendidikan, pelayanan medis, penelitian, dan inovasi.

Dr. Dovy mengingatkan para calon dokter untuk senantiasa menyentuh sisi kemanusiaan dalam setiap praktik medis.

Humanis dalam Pelayanan: Pasien bukan sekadar 'kasus klinis', melainkan manusia yang membutuhkan empati, komunikasi yang baik, dan pelayanan holistik.

Pembelajar Sepanjang Hayat: Dokter yang berhenti belajar pada hakikatnya sedang berhenti berkembang. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan metode baru adalah kunci dokter masa depan.

"Jangan hanya mengejar nilai, kejar kompetensi. Jangan hanya mengejar gelar, bangun integritas. Dan jangan hanya mengejar karier, bangun manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pesannya penuh motivasi.

Pesan untuk Generasi Aeter FK Unand 2026

Khusus kepada para mahasiswa baru (Generasi Aeter 2026), Dr. Dovy menitipkan tiga pilar utama sebagai bekal mengarungi dunia kedokteran:

Unggul dalam Ilmu: Menguasai fundamental ilmu kedokteran secara mendalam.

Kuat dalam Karakter: Memegang teguh etika, integritas, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada pasien serta sesama.

Terbuka terhadap Perubahan: Memanfaatkan teknologi digital dan inovasi medis secara bijak demi keselamatan pasien.

Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FK Unand, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTED, menyambut baik penguatan sinergi ini. Menurutnya, keberadaan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan memberikan ruang nyata bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui sinergi erat antara institusi pendidikan dan rumah sakit rujukan utama ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang dan FK Unand optimistis dapat terus mencetak dokter-dokter berkualitas dunia sosok yang kelak bangga berkata: “Saya memilih menjadi dokter bukan hanya untuk memiliki profesi, tetapi untuk memberikan arti bagi kehidupan manusia.”(SRP)