Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

‎Menjaga Wajah Kota, Menanam Harapan Masa Depan: Dedikasi Tanpa Jeda DLH Kota Padang di Pusaran Sejarah dan Bencana

 

Gambar ilustrasi istimewa 

‎PADANG — Di balik gegap gempita perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang menyelimuti Kota Bengkoang pekan ini, ada napas ketangguhan yang tak henti berembus. Di sudut-sudut kota yang dipenuhi hilir mudik warga dan tamu mancanegara, hingga ke pelosok pemukiman yang berjuang memulihkan diri pascabanjir, langkah-langkah sigap berpakaian dinas hijau-oranye terus bergerak tanpa kenal lelah.
‎Di bawah komando langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, S.T., M.T, serta arahan strategis dan koordinasi erat dari Walikota Padang, Fadly Amran, DLH tidak sekadar menjalankan fungsi administratif kebersihan. Lembaga ini bertransformasi menjadi garda terdepan penjaga estetika, ketahanan lingkungan, sekaligus diplomasi hijau Kota Padang.
‎Ketangguhan 24 Jam di Balik Kemegahan HJK ke-357
‎Menjaga wajah sebuah kota besar yang tengah menggelar pesta rakyat berskala internasional bukanlah perkara mudah. Sepanjang perayaan HJK Padang ke-357, DLH Kota Padang mengerahkan 438 personel khusus yang bekerja tanpa jeda dalam sistem 3 shift selama 24 jam penuh.
‎Dari penyapuan trotoar, pengangkutan sampah venue secara real-time, pembersihan pasir jalanan, hingga respons cepat terhadap genangan air, seluruh dinamika lapangan terkendali secara presisi.
‎Kebersihan yang baik bukan hanya tentang apa yang terlihat bersih setelah acara selesai, tetapi tentang komitmen menjaga kenyamanan publik sepanjang acara itu berlangsung," tegasi kepemimpinan DLH di bawah koordinasi Walikota Fadly Amran. Setiap sudut venue perayaan dipastikan tetap asri, mencerminkan kelas Kota Padang sebagai metropolis yang beradab dan tertata.
‎Pohon Tanjung dan Diplomasi Hijau Padang–Hildesheim
‎Namun, komitmen lingkungan Padang di bawah kepemimpinan Fadly Amran dan Fadelan tak berhenti pada sapu dan truk sampah. Pada Jumat manis, 7 Agustus 2026, sebuah momen bersejarah terukir dalam helat HJK ke-357.
‎Dua batang pohon tanjung (Mimusops elengi) ditanam secara anggun dalam dua planter box di pusat kota. Penanaman ini dilakukan langsung oleh Walikota Padang bersama Walikota Hildesheim, Jerman, lengkap dengan plakat peringatan yang mengabadikan persahabatan Sister City lintas benua tersebut.
‎Secara ekologis, pohon tanjung dikenal memiliki daya tahan tinggi, tajuk yang rindang, serta aroma bunga yang harum sebuah simbol yang sangat selaras dengan hubungan diplomasi yang terus dirawat. Hari ini, pohon-pohon itu mungkin masih kecil. Namun kelak, ketika dahannya merimbun dan akarnya mencengkeram bumi Padang, ia akan berdiri sebagai saksi bisu bahwa persahabatan dua bangsa ditanam dengan ketulusan dan dirawat dengan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.
‎Respons Kemanusiaan: Merawat Asa di Kelurahan Gunung Sarik dan Lapau Munggu
‎Ujian sejati kepemimpinan adalah saat keseimbangan alam terganggu. Ketika banjir menyurut di beberapa kawasan Padang, DLH Kota Padang langsung memindahkan fokus energi operasionalnya ke garis depan pemulihan lingkungan.
‎Di kawasan Lapau Munggu Dalam hingga Jalan Kp. Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, personel DLH bahu-membahu menyingkirkan endapan sedimen lumpur dan material tebal sisa banjir. Pembersihan dilakukan secara bertahap dan terukur demi memastikan aksesibilitas warga kembali aman, higienis, dan layak dilalui.
‎Menyikapi aksi cepat tanggap ini, semangat gotong royong diposisikan sebagai pilar utama. Sinergi antara komando DLH, instruksi tegas Walikota Fadly Amran, dan partisipasi aktif warga setempat membuktikan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang alat berat dan armada, melainkan tentang kepedulian kemanusiaan yang mendalam.
‎Dari rimbunnya pohon persahabatan hingga sapuan lumpur pascabanjir, DLH Kota Padang di bawah kepemimpinan Fadelan dan koordinasi Walikota Fadly Amran terus membuktikan satu hal lingkungan yang bersih dan lestari adalah fondasi utama bagi Kota Padang yang maju, bermartabat, dan berdaya saing global.
‎Penulis : Sukra Rahmat Putra