Pemko Padang Gerak Cepat Tangani Sekolah Terdampak Banjir, KBM Diharapkan Segera Pulih
PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat dalam memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, salah satunya di SDN 33 Rawang Barat, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut pada Selasa (4/8/2026). Setibanya di lokasi, ia mendapati hampir seluruh lingkungan sekolah dan ruang kelas masih tergenang air bercampur lumpur, sehingga belum memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Maigus menegaskan bahwa penanganan percepatan dampak banjir ini dilakukan secara masif sesuai arahan langsung dari Wali Kota Padang. Langkah pembersihan darurat terus dipacu agar aktivitas sekolah dapat kembali normal.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, dalam dua hari ini seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah rampung dibersihkan, sehingga proses belajar mengajar bisa dimulai kembali," ujar Maigus Nasir di sela-sela peninjauannya.
Puluhan Satuan Pendidikan Terdampak
Banjir yang menerjang pada Senin (3/8/2026) tidak hanya merusak infrastruktur warga dan fasilitas umum, tetapi juga melumpuhkan sektor pendidikan. Berdasarkan data sementara, tercatat sedikitnya 92 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMP di Kota Padang meluap dan tergenang banjir.
Untuk sementara waktu, aktivitas persekolahan terpaksa diliburkan mengingat banyak tenaga pengajar maupun siswa yang turut menjadi korban banjir di kediaman masing-masing.
"Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru dan murid yang juga terdampak banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kembali masuk sekolah," tambah Maigus.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Selain memantau pembersihan, Wakil Wali Kota Padang juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul rilis peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 3–5 Agustus 2026 di wilayah Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
"Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang di Kota Padang. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam peninjauan tersebut:
Tarmizi Ismail (Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang)
Wilman Muchtar (Camat Padang Selatan)
Unsur Forkopimca Padang Selatan
Shipta Hayadi (Plt. Kepala SDN 33 Rawang Barat) beserta jajaran majelis guru.(SRP)
