Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peringati HJK Ke-357, Pemko Padang Tegaskan Komitmen Transformasi Ekonomi dan Ketangguhan Bencana


Dokumentasi istimewa 

PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8/2026).

Momentum peringatan HJK ke-357 ini dijadikan sebagai refleksi atas capaian pembangunan sekaligus pijakan untuk merancang masa depan Kota Padang yang lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pidatonya menegaskan bahwa Hari Jadi Kota adalah saat untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur, serta menyiapkan masa depan dengan berani.

"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," tegas Fadly Amran di hadapan rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Padang Muharlion dan dihadiri Wakil Wali Kota Maigus Nasir.


Dokumentasi istimewa 

Tiga Kekuatan Utama Kota Jasa

Fadly menyoroti pentingnya Transformasi Ekonomi yang diusung melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang 2025–2029. Sebagai kota jasa, Padang ditopang oleh tiga kekuatan utama:

Pusat Pendidikan: Dihuni oleh puluhan perguruan tinggi (termasuk 46 PTS) dengan lebih dari 180 ribu mahasiswa yang membentuk ekosistem pengetahuan, hunian, transportasi, hingga ekonomi kreatif yang besar.

Destinasi Pariwisata: Kunjungan wisatawan pada tahun 2025 melonjak mencapai 5,3 juta orang (naik dari 4,3 juta di tahun sebelumnya). Pendapatan retribusi objek wisata melampaui target hingga 153% (Rp922 juta).

Pusat Perdagangan & Konektivitas: Sektor perdagangan menyumbang 17,52% terhadap PDRB, diikuti sektor transportasi dan pergudangan sebesar 15,68%, memperkuat posisi Padang sebagai hub distribusi utama di kawasan pantai barat Sumatera.

Penanganan Bencana dan Prinsip Build Back Better

Di tengah suasana peringatan HJK, Wali Kota Padang juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus lalu. Pemko Padang berkomitmen bahwa pemulihan pascabencana akan dijadikan titik awal percepatan pembenahan infrastruktur.

"Prinsip Build Back Better menjadi fondasi kita. Rehabilitasi jalan, jembatan, drainase, hingga fasilitas umum tidak cukup dikembalikan seperti semula, tetapi harus ditata agar lebih aman, terhubung, dan tangguh terhadap bencana di masa depan," tambah Fadly seraya mengapresiasi kerja sama seluruh unsur jajaran BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Dorongan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Peringatan HJK Padang ke-357 ini menuai beragam tanggapan positif dan dukungan dari para stakeholder:

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion: Menekankan pentingnya sinergi untuk menjawab tantangan kota. “Tantangan pembangunan menjadi agenda bersama. Mari kita tingkatkan kolaborasi demi kemajuan Kota Padang,” ujarnya.

Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri (Mewakili Gubernur Sumbar): Menyampaikan bahwa kemajuan Kota Padang adalah marwah Sumatera Barat. Pembangunan ibu kota provinsi memerlukan sinergi lintas pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemenlu RI, Denny Abdi (Tokoh Masyarakat): Memuji langkah konkret Pemko Padang dalam penataan lingkungan, seperti pembersihan dan penataan kawasan Batang Arau, serta terobosan dalam menjalin kerja sama luar negeri. “Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata bisa terus kita dorong dengan mengedepankan aspek kebersihan, kerapian, dan hospitality,” ungkapnya.

Rapat Paripurna Istimewa ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Padang, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, perwakilan kepala daerah se-Sumbar, serta para alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, dan tokoh pemuda se-Kota Padang. (SRP)