Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satu Dekade HJK Padang ke-357: Blue Ocean Minang Run 2026 Sukses Besar, Peserta Melonjak Hingga 3.823 Orang


PADANG — Ajang lari berskala nasional, Blue Ocean Minang Run (BomRun) 2026, sukses digelar di Pantai Cimpago, Padang, Minggu (9/8/2026). Masuk dalam kalender resmi perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, event sport tourism ini mencatatkan lonjakan peserta hampir 100 persen dan memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi UMKM, pariwisata, hingga pelestarian lingkungan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan BomRun tahun ini. Ia menilai pelaksanaan acara berlangsung jauh lebih rapi, tertib, dan meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah pelaksanaan BomRun tahun ini jauh lebih baik penyelenggaraannya, juga pesertanya lebih banyak. Antusiasme dari seluruh peserta sangat luar biasa," ujar Didi Aryadi.

Didi menambahkan, kehadiran hampir 4.000 peserta yang lebih dari separuhnya berasal dari luar daerah membuktikan bahwa Kota Padang kini memiliki ajang lari berstandar nasional. Pemerintah Kota Padang berharap BomRun dapat terus dipertahankan sebagai ikon resmi sport tourism melalui kolaborasi Lintas sektor.

Geliat Ekonomi dan Misi Konservasi Lingkungan
Sekretaris I Panitia BomRun 2026, Adril Sukri, memaparkan bahwa jumlah peserta melonjak drastis dari 2.100 orang pada tahun lalu menjadi 3.823 peserta pada tahun ini. Kebangkitan ini sekaligus menandai semangat baru masyarakat Kota Padang pascabencana di penghujung tahun 2025.

"Sekitar 35% peserta berasal dari luar Sumatera Barat. Kedatangan mereka yang memesan tiket pesawat, menginap di hotel, dan berburu kuliner jelas memutar roda perekonomian Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya," jelas Adril.

Tak sekadar ajang olahraga dan pariwisata, BomRun 2026 turut disinergikan dengan visi Kota Padang menuju kota gastronomi lewat serbuan pelari ke sentra kuliner lokal. Selain itu, misi pelestarian lingkungan disisipkan melalui aksi konservasi penanaman mangrove di Teluk Sirih, Teluk Buo. Sebanyak 50 pelari berpartisipasi menanam bibit mangrove berlabel khusus yang akan dipantau perkembangannya tahun depan.

Suksesnya acara ini juga tak lepas dari pengamanan ketat serta sinergi penuh dari jajaran Pemko Padang, TNI, dan Kepolisian.

Apresiasi Positif dari Para Pelari
Kepuasan dan kesan mendalam dirasakan oleh para peserta dari berbagai daerah, mulai dari pelari luar pulau hingga warga lokal.

Sofyan Zainal (Peserta Kategori 10K asal Jakarta):

"Sangat bagus, kualitasnya sama dengan event-event di Jawa. Menarik dan tertib. Sterilisasi jalan sangat baik sehingga pelari bisa leluasa. Jalur pantai yang masuk ke pemukiman warga lalu keluar lagi memberikan pengalaman lari yang seru."

Ismi (Peserta asal Kayu Tanam):

"Acaranya seru sekali dan penuh positive vibes. Menyegarkan sekali lari pagi diiringi suara deburan ombak. Panitianya top, jadwal sangat tepat waktu dan tidak molor. Sukses untuk BomRun tahun-tahun berikutnya!"

Zaki (Peserta asal Alai, Kota Padang):

"Saya sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Selain pas untuk menyalurkan hobi lari dan menjaga kebugaran, acaranya sangat meriah karena panitia menyediakan banyak sekali doorprize dan hadiah menarik."

Penyelenggaraan BomRun 2026 ini membuktikan bahwa kombinasi antara olahraga, pariwisata, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mampu menjadi formula sukses dalam mengangkat nama Kota Padang di tingkat nasional.(SRP)